Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Aii

Saat ku pikir malamku tak bisa menjadi malammu,  saat ku kira dinginku tak mampu kau hangatkan,  ternyata aku salah.  Kau mampu menghangatkan malamku yang dingin,  Kau mampu menepis segala kerisauan  ternyata cintamu benar. Aiyku sayang, maafkan aku yang belum mampu melakukan semua itu untukmu, cintaku belum sebesar cintamu, sabarku belum sebesar sabarmu, Aiyku sayang, tapi bagaimana mungkin aku mampu meninggalkanmu, kamu adalah bagian dari hari-hari baikku, kamu adalah bagian dari cerita yang akan ku simpan di cerita terbaikku. Aiyku sayang, Jika dalam perjalanan ini, kau menemukan kesalahanku tolong berilah aku kesempatan untuk memperbaikinya. karena aku mampu, aku mampu berubah sesuai keinginanmu. I love you Aii.

Rantai

Tak terasa rantaian bulan telah terlewati dan akan segera berakhir,  Melewati banyak hal didalamnya, senang, sedih bagai sedang naik roler coaster. Tak mampu diabaikan ternyata telah terangkai rantaian yang baru pula, rantaian terindah bagai rantaian bintang di langit malam saat musim panas.  Rantai itu terus terjalin hingga aku sadar,  betapa aku sangat bersyukur,  memiliki rasa sebesar ini. Tak ada penyesalan dengan rasa sebesar ini. Bahkan saat ini, kebahagiaannya adalah impianku. Betapa besarnya rasa ini,  hingga kecewaku tak lagi bisa ku sampaikan. Aku akan berusaha menyudahinya sendiri,  amukan emosi di dalam diri. agar saat kembali bersamanya,  aku akan menyambutnya dengan rasa aman.

Badai

..... Siapa saja, tolong selamatkan aku! Hujan deras, banjir bandang, angin topan menerjang kota dengan tiba-tiba.  semuanya berantakan, kacau, banyak penduduk kota yang kehilangan harta bendanya. kami semua tenggelam. Ketika angin begitu dasyatnya menyeret benda-benda hingga beterbangan ke langit,  penduduk kota berteriak untuk menyelamatkanmu Tuan! Penduduk kota sebisa mungkin mendorongmu keluar kota, mereka menyelamatkanmu dari amukan emosi, pikiran yang berlebihan dan semua rasa cemburu yang menghancurkan kota ini. Pergilah Tuan!  Tanganku tak sampai untuk menyelematkanmu,  ku biarkan penduduk kota membawamu. Saat melihatmu tlah diujung gerbang kota, aku tersenyum. Tuan, tolong jangan menangis.  Aku sangat menyayangimu. ku biarkan kelopak bunga itu tenggelam dengan semua penyesalannya, sesak, sangat sesak. beberapa kali ia teriak minta tolong. tapi ku biarkan saja.  ia telah membuatmu menangis Tuan, lagi dan lagi. biarkan ia dihukum atas amukan emosinya...

Matahariku.. #sunsei

Matahariku..  aku tau kamu laki-laki yang baik,  Hati kamu baik Rasa kamu tulus. Matahariku.. aku takkan biarkan awan hitam merenggut senyum manismu. Matahariku.. tolong jangan menangis.  Aku tau, aku hanyalah bunga kecil. tapi dibawah sini, aku slalu mendoakanmu.  melihatmu dari jarak sejauh ini sama sekali tak membuatku lelah. Hujan badai yang telah menerpa kelopakku tak kan membuat pandanganku hilang padamu. Matahariku.. tolong lihatlah kesini, ke bawah sini. ada aku, si bunga kecil yang berharap bisa menggapaimu suatu hari nanti. aku selalu berharap ada angin yang membawaku terbang agar bisa bersamamu. aku selalu berharap sinarmu hanya untuk aku. apa aku berlebihan? Matahariku.. Tolong bersinarlah, lebih terang dari hari ini. ada aku, si bunga kecil yang akan selalu bersamamu, mendoakanmu.

Mereda

 Hai Tuan,  Apa kabar hatimu? akhir-akhir ini tuan terlihat begitu bahagia, baguslah.  karena senyummu begitu indah tuan.  Tuan teruslah tersenyum bahagia, walau tak ada lagi bunga yang mewarnai taman.  karena hadirnya dirimu mampu mewarnainya. Tuan teruslah bersinar, walau hujan terus saja turun.  karena hujan takkan mampu menghapus kilaunya sinarmu.  Tuan..  Bagaimana kalau aku pamit pergi saja? hujan begitu deras hingga membuat dadaku terasa sesak. Tuan.. Jika bersamaku hanya membuatmu terjebak dengan perasaan tak bahagia, membuat hatimu berat, menemaniku terasa beban bagimu, maka jangan dipaksakan tuan. Tuan.. Berbahagialah bersama yang lebih pantas kau bahagiakan. dan tolong teruslah berjalan kedepan, jangan menoleh. biarkan aku disini saja, sendiri lagi.

aku terlanjur basah kuyup

 .....Aku sadar, harusnya sejak awal aku harus lebih sabar. Pagi itu, Matahari yang ku tunggu bersinar begitu terang, hingga angin mulai menyapa bersamaan dengan awan putih dibelakangnya.  Ku pikir hari ini akan baik-baik saja, ... "Pagi ini cuacanya cerah sekali, semoga sorenya tdk hujan" gumamku.  setelah semua pekerjaan selesai dan memutuskan untuk pulang,  angin itu menyapa lebih lembut, Matahariku hilang.  kini langit terlihat abu-abu dan perlahan hujan pun turun. "wah hujan?, sebaiknya ku tunggu saja sampai reda" kataku. sejam, dua jam ternyata hujannya belum juga reda.  "harus menunggu berapa lama lagi?" kataku tidak sabar.  "hujan-hujanan juga enak kayaknya deh" ..... Akhirnya ku putuskan menikmati derasnya hujan,  awalnya sangat menyenangkan, merasakan setiap butiran airnya yang jatuh menimpaku,  membayangkan hal-hal yang menyenangkan, hingga akhirnya jari-jari tangan mulai mengkerut, badanku mulai kedinginan.  tapi perjalanan m...

it's all about you

Ternyata tak seburuk itu melepas semua yang ada dalam hati,  sekali-kali menjadi lemah, dan mengeluh menjadi lebih menyenangkan bersama orang tepat. ahaha kalau kamu tanya, semua ini tentang siapa? tentu saja ini semua tentangmu, sensei. Hari-hari yang berat itu sudah ku lepaskan. Ia berhasil menyelamatkanku sebelum sampai ke dasar lautan.  Ia menerbangkanku ke lautan bintang, melewati cahaya rembulan, hingga mendarat diantara bunga-bunga. Sensei, rasanya terlalu menyenangkan. kini harapan-harapan itu menjadi lautan bintang diatas sana,  berharap suatu hari semuanya bisa menjadi kenyataan.  "semoga bisa bertahan sampai akhir" tertulis disana. Sensei, untuk hari-hari yang menyenangkan ini,  ku berharap bukan tak pernah berakhir  namun jika hari berat itu datang, sensei tetap bersamaku, maka hari yang berat itu akan tetap menyenangkan. Sensei,  ku harap tak ada lagi cerita tntng seseorang yang lebih menyenangkan daripada aku.  Mungkin cerita kemarin...

Pucuk merah

Ketika pucuk merah tlah bersemi dengan indah di tengah hujan yang tak menentu.  Ketika itu pula semua dimulai; dari balik jendela yang jauh ini,   dibawah derasnya hujan,  beratnya angin menerpa. ia berdiri tegap dan indah.  Aku mengaguminya.  ia mampu membuatku lebih mencintai diriku sendiri. aku menyayanginya. ia mampu mencairkan bekunya hatiku ia mengobati lukaku ia mematahkan semua overthinkingku. aku ingin mencintainya, aku mampu menerima semua tentangnya, menemaninya dalam keadaan apapun. aku mampu menjadikan ia satu-satunya. tapi rasanya.. hujan masih saja turun tak tentu, dan mengatakan bahwa aku tak mampu memilikinya. Apa aku harus terus menunggu datangnya pelangi? Jika beberapa kali aku terus menerobos hujan, aku tlah mengungkapkan segalanya.  hingga rasanya tlah melewati batas. jadi, aku harus bagaimana? aku ingin ia slalu bersamaku. tapi.. Ya Rabb, aku sangat mengaguminya.  Jika memetik pucuk merah adalah cara mencintai yang salah. mak...

My Paddle Pop Sky🤍

My paddle pop sky, Too sweet to pass up. My favorite rainbow taste, Too tasty to share it. Please, look and hold me. Keep me inside you. 'Cause, i've fallen in 🤍 With you.

Diary of the day #diaryH

hari ini mau cerita apa adanya, gaada esetetika penulisan dan lain-lain. huaaaaaa... Memasuki pertengahan bulan ini ternyata menjadi tantangan yang baru saja aku sadari. tantangan dimana aku harus tetap mengontrol diri tetap stabil, waras, happy dan yaaaaaaaa keep on track gitu. Aku sadar beberapa hari ini, aku  ngerasa burnout, ngerasa hopeless padahal kalo mau dipikir-pikir gaada yang ga harus di syukuri.  Alhamdulillah pekerjaan selalu ada aja kemudahannya, pemasukan lancar, bisa beli apa yang aku mau. tapi kenapa gitu masih ngerasa ada aja yang kurang tuh :( astagfirullah. apa aku kurang bersyukur ya.. hampir 2 minggu ini juga sahabatku lagi punya problem sama HPnya, jadi kebayang kan. aku yang tiap malam, tiap detik kadang suka VC telponan sama dia, ngirim video-video random di tiktok terus udah engga lagi :(((  aku cerita ini disini juga karena beberapa hari ini selalu nyimpen semuanya sendiri. sahabatku juga sibuk di sekolahnya, dan kita ga pernah ketemu buat ngobr...

Your existence -

she has a coldest heart, in the winter nights, you come. the coldest heart, melted, without promises and hopes, you come. She has tried admit what she feels, summer comes, sunflower are blooming. time takes what she wants, clouds hold back tears, you left. She has let him go, pouring outside,.... then rainy days come. I'm simply thankful for your existence - whether I meant to be a part of it or not,...

Letting go isn't goodbye~

...lagi dan lagi, kapan matahari bisa bersinar terang di kota ini "gumam penjaga gerbang sambil menyapu genangan air" Hampir sebulan kota kami diguyur hujan, pagi-siang hingga malam. kolam-kolam kecil ada dimana-mana, di sepanjang jalan, perkebunan dan taman. Penduduk kota telah kembali ke aktivitas seperti biasa tanpa dekorasi, pesta, dan kembang api tapi mereka terus mengingat apa yang telah terjadi. menandai tiap sudutnya, bahkan mereka membuat monumen untuk kenangannya.  ketika hujan berhenti di malam hari, kelopak bunga mencoba mengirup udara kota dengan berjalan mengelilingi jantung kota,  Angin berhembus sesekali.. kolam-kolam kecil itu memantulkan dirinya yang berjalan sendu bersama cahaya kota yang semakin redup. "mengapa kota ini semakin menyesakkan ketika malam tiba?" gumamnya. langkahnya terhenti saat ia melihat bayangan diujung taman,  "siapa disana?"  "Apakah dia datang lagi?" harapan cemas itu membuat senyum tipis di wajahnya ...

was she supposed to disappear?

in her silence, flowers keep blooming. when snow melts, the flowers grow again. the ocean doesn't reflect the blue sky, then how she keeps smiling like rainbow if she can't. when night comes, he was gone, leaving her with questions. was she supposed to disappear?

to: My right person, our wrong time

 ....Sementara kota sedang berbenah,  kelopak bunga tertunduk sendu.  hari-hari yang ia nantikan harus segera ia relakan, tamu yang sedang ia kagum-kagumi telah berjalan pergi.  awan gelap terlihat diujung langit untuk segera menyapa. "lepaskan" bisiknya. sementara kota sedang berbenah..  Apa dia tak ingin bertanya? Apa dia tak ingin memastikan sesuatu? semua pertanyaan itu harus segera ia urungkan. Masih panjang waktu untuk menuju mimpi-mimpi yang tlah lama ditunda.  memastikan dia hanya tertuju padamu hanya akan menghabiskan waktu. "pikirnya"  Sadar bahwa saat ini bukan waktu yang baik untuk bertanya maka simpanlah.  angin membawa bulir-bulir air jatuh dikelopnya.. "diam dan lepaskan" bisiknya.  "hampir selesai" - teriak penduduk kota Kelopak bunga menatap langit dalam-dalam, berharap suatu hari dia berkunjung kembali. Jika waktu yang tepat sudah datang bahkan jika ia harus bersaing dengan miliyaran bintang-bintang di langit, bahkan jika ha...

Au Revoir - Enchanted to meet you!

..... Angin berhembus sesekali membawa ranting-ranting dan dedaunan kering.  Kenapa berhenti? "tanyanya pada penduduk kota" Tuan, mohon maafkan kami. mungkin tugas kami sudah selesai. dan anda bisa melanjutkan perjalanan anda kembali. "jawab penduduk kota" "tapi aku ingin lebih lama di kota ini "jawabnya" Tuan.. Biarkan kami berbenah, mengatur ulang kota ini dengan baik. Tuan.. Terima kasih telah mampir, dari lubuk hati paling dalam, kami sangat berterima kasih.  kami pikir, kamilah yang memberi anda kekuatan tapi nyatanya kehadiran andalah yang membuat kota kami terang dan ceria. Au Revoir! "seruan penduduk kota" Tuan..  selama perjalanan anda nanti, anda akan menemukan kota-kota yang lain, yang lebih cantik dan lebih bersinar.  Tapi.. Jika selama perjalanan anda belum menemukan tempat untuk kembali. maka kami akan dengan senang hati menyambut anda lagi "jawab penduduk kota" Segera para penjaga lampu memadamkan lampu kota. pendudu...

Au Revoir Part 1

......Pada akhirnya selesai juga tugasku "saut penjaga lampu Kota" Hampir sebulan ini penduduk kota disibukkan dengan banyak hal. hari-hari yang biasanya selalu redup dan membosankan,  tiba-tiba berubah semenjak tamu itu datang ke kota ini.  Beberapa waktu lalu, ketika pertama kali tamu itu menginjakan kaki di kota ini, lampu terakhir yang hampir padam bisa hidup kembali.  "aku kaget melihat kota yang begitu gelap ini" "gumamnya" "tenang saja tuan, anda adalah tamu spesial.  akan kami sambut dan jamu dengan baik,  dan akan kami nyalakan lampu yang indah untuk penuhi kota ini" "apakah kami boleh bertanya, sampai kapan anda akan ada di kota ini? "tanya penduduk kota" "entahlah, aku berusaha mencari kekuatan sebelum melanjutkan perjalananku. entah aku akan menetap atau pergi, semua tergantung pada kota ini" "jawabnya" "Baik tuan, berjalanlah sampai di jantung kota ini dan lampu-lampu akan mengikutimu" Per...

Menepi

Hari itu langit biru tak bisa berbohong lagi, ia membiarkan awan putih lewat dan menetap, hingga menutup sebagian dirinya, istrahat katanya. Pernah sekali ku merasa sangat bahagia berada di arus yang deras ini, sangat ramai. melihat diri dipenuhi pujian dan candaan. melihat mereka yang begitu bersinar, Aku ingin seperti mereka. "gumamku" Tapi.. Semakin ke hilir, arusnya semakin deras,  entah aku yang sedang berjuang mati-matian agar sesuai ritme mereka atau memang aku yang ternyata memang tak bisa berenang? "gumamku" semakin ku paksa, rasanya semakin kesulitan. mencoba mengambil nafas beberapa kali, tapi tak cukup juga.  "tolong pegang tanganku" teriakku. Arus deras ini membawa mereka melewatiku begitu saja. "apa mereka tak melihatku? "tanyaku" tiba-tiba, "ayo sebentar lagi sampai finish" "teriak mereka" Melihat jari-jari mulai mengkerut kedinginan, tetap ku coba memaksakan diri. ahh, kenapa aku selemah ini? arus deras ...

Would you..

time flies like a storm,  heavy and strong. why? no matter what i do, I always end up thinking about you? Who inside you? I wonder,  what feeling do you have? how could? with just a single word, You can make me smile and crash down. Should i unlock my heart for this uncertain story? huft,  would you mind asking me first? for the next real story. #DGP

Apakah ini halo untuk pergi tanpa pamit selanjutnya?

Aku bertanya-tanya, mengapa Juni kali ini terasa berbeda. Melangkahkan kaki 2 jengkal saja terasa sangat berat,  Menelan air seperti sedang menelan bongkahan es, Menyesakkan. Aku bertanya-tanya, apakah ini halo untuk pergi tanpa pamit selanjutnya?  Sudah beberapa hari ini, hujan selalu turun kemudian disusul jembatan warna-warni, Tapi rasanya biasa saja. Aku bertanya-tanya, apakah terlalu terburu-buru mengartikan awan mendung bahwa hujan akan turun? Berdiri diujung lorong,  Meratapi bayangan terakhir yang pergi. Menoleh, ku mohon. "bisikku" Berdiri diujung lorong,  Terpaku menatap bayangan terkahir yang pergi. Menoleh, ku mohon. "Harapku sekali lagi" Mengejar? Untuk apa tanyaku. Benar-benar menyesakkan Melihat bayangan terakhir itu pergi. ---------- Tolong menoleh dan sapalah aku, jika urusanmu sudah selesai.  

Duniaku

Memiliki mereka dihidupku bagai berdiri di tengah hutan yang indah dan rindang. Mendengar tiap nasihat dan omelan mereka, bagai mendengar aliran sungai yang tenang dan dalam. Bersama mereka bagai memiliki seluruh dunia ini. Melihat indahnya pelangi setelah hujan bersama cantiknya senja yang sendu. Ku terdiam. Entah siapa pamitnya yang paling menyakitkan. Entah siapa yang pertama kali menatapnya setelah ditinggalkan. Di tengah gelapnya malam,  ku berharap tersisa satu bintang. Di tengah dalamnya lautan, Ku berharap tersisa satu harapan. Ku bertanya. Jika pada akhirnya,  akulah yang tersisa disini.  Apakah aku mampu? Jika pada akhirnya, Akulah yang pamit duluan. Apakah aku setega itu? Mah.. Pah.. terima kasih telah hadir di dunia ini.

Kelam

Saat itu ialah tahun yang sangat dingin,  saat dimana keringat tergantikan air mata, harapan menjadi kenangan.  Pekerja itu harus terus berjalan sambil menggenggam batu. Hari-hari yang dingin itu, ia habiskan bersama batu ditangannya.  Semakin dingin, semakin erat genggamannya.  Ketika air sungai tak lagi menyembuhkan dahaga, bunga-bunga melebur bersama tanah, ia tetap menggenggam batu itu.  Ketika ia sadar bahwa batu itu mampu membuatnya hangat, ia berhenti menggenggamnya. Alih-alih mengira bahwa sedang menggenggam mawar, ternyata tangannya tlah terluka. Hari yang sangat dingin itu, terasa sangat menyesakkan.  Tak mampu lagi menggenggam apapun. Di hari itu, ia melepas batu itu dari genggamannya. Melepaskan, mengikhlaskan, merelakan dan menerima bahwa lukanya tetap membekas.

Sesekali bersedih tak apa kan?

Memandangi matahari sepanjang hari dan berharap ia tak hilang... itu sangat mustahil.  Sama halnya mencemaskan musim panas hadir sepanjang tahun. akan ada kalanya matahari akhirnya pergi bersama bintang-bintang hingga hadirlah bulan. dan akan datang musim semi penuh bunga dan kupu-kupu yang bertebangan. hari-hari yang sulit ini, nikmatilah.  rasakan tiap helaan nafas beratmu,  Hari-hari yang sulit ini, hargailah. ia hadir bukan untuk mengutukmu.  Percayalah bahwa ia datang untuk membuatmu semakin kuat. sesekali bersedih tak apa kan?  tak apa, itu berarti kamu sangat kuat. Allah menitipkan masalah padamu hari ini agar bisa menjadi semangat untuk oranglain esok hari. Semangat ya!

Into you

The road full of pouring rain. Flowers are blooming red Forest are growing wild Then you're shining right Into the sun bright From alphabets to words, from words to paragraph. And paragraph into poems Could you just to be mine? Every words can't describe how thankful i am have someone like you around me.

Matahari #readone

Apakah definisi pelangi akan hadir setelah hujan itu benar? Jika benar, kamu adalah Mataharinya. bukankah pelangi hadir seizin cahayanya? Dan bagiku, hadirmu melebihi itu.  Hadirmu, Bagai angin sejuk setelah hadirnya hujan. Kata-katamu, Bagai lembutnya es krim vanila disiang hari, Suaramu, semerdu desiran pasir di pantai. Terima kasih telah hadir, sungguh.

Mengejar samudera

Laut biru.. Kadang begitu tenangnya ia hingga kau bisa melihat cerminan wajahmu.  tapi kadang desiran ombaknya bisa begitu menakutkan. begitupun perempuan. ia bisa menjadi sangat lembut jika ia mau, tapi bisa menjadi sangat keras dan ambisius untuk sesuatu.  jangan bilang soal perasaan, sudah biasa. yang ingin ku bahas soal impiannya. ada pepatah mengatakan, "perempuan itu pada akhirnya akan kembali ke dapur!" Mau mematahkan statement ini? bisa saja, tapi ku sarankan "tidak". kenapa? karena ini fitrah seorang perempuan. hanya saja ada yang harus kita ubah.  "semua perempuan mampu mengejar samudera" mimpi-mimpi dan harapannya berkelana menyebrangi samudera hingga berada diantara benua-benua besar. Bagai lautan indah tanpa badai begitu pula rumah yang tenang dan damai jika ada perempuan. Bagai angin di musim semi, lembut dan hangat Sayangi dan nasehati ia. maka pantulan indahnya laut nan biru, akan ada diwajahnya. 

Untuk #Aku

Untuk Aku, Tetaplah merasa cukup atas apa yang dimiliki hari ini.  Tahanlah semua keinginanmu seperti biasanya, kuatlah menahan lelahnya berproses, tersenyumlah, tertawalah, karena, tidak akan ada yang bertanya, "how's your feeling today?" karena, semua orang mengganggapmu kuat dan mandiri. karena, semua orang terdekatmu telah memaklumi semuanya. berhentilah memaksa oranglain terus bersamamu. berhentilah membuat semua orang merasa sangat bersalah jika melihatmu. berhentilah membuat semua orang sangat menginginkanmu. karena nyatanya, semua itu akan menghilang, jadi, harapanmu keinginanmu tolong, secukupnya saja.

Jika malamku adalah siangmu

Ternyata memang bukan mereka yang salah. nyatanya harapanku yang terlalu tinggi. "lalu mengapa?  Apa karna aku yang gampang kecewa?" baru saja ingin ku pastikan, tapi semesta telah memberi isyarat untuk mundur.  jika malamku saja adalah siangmu, bahkan saat dinginnya hujan menjadi hangat bagimu. apalagi yang perlu ku usahakan?  keegoisanku hanya akan membuatmu terluka.  jadi, biarkan aku terus berada di malam-malam dinginku bersama derasnya hujan yang tak berhenti sejak pagi.

Sun-sei

Ditengah teduhnya hujan, aku meminta pelangi.  apakah hari ini aku terlalu serakah?  Saat tenangnya malam, aku memikirkan hangatnya siang hari. apakah hari ini aku terlalu egois? melihat indahnya ciptaan tuhan yang ada pada dirimu membuatku lupa diri, apa aku berhak sebahagia ini? ditengah-tengah keputusasaanku pada harapan, kau hadir bagai matahari. bolehkah aku meminta cahaya darimu?  Bahkan memikirkanmu saja aku tak berhak.  Beberapa kali mencoba mengabaikan hal-hal seperti ini tapi mengapa harus kamu? tolong abaikan aku. tolong.