Langsung ke konten utama

Letting go isn't goodbye~

...lagi dan lagi, kapan matahari bisa bersinar terang di kota ini "gumam penjaga gerbang sambil menyapu genangan air"

Hampir sebulan kota kami diguyur hujan, pagi-siang hingga malam. kolam-kolam kecil ada dimana-mana, di sepanjang jalan, perkebunan dan taman.

Penduduk kota telah kembali ke aktivitas seperti biasa tanpa dekorasi, pesta, dan kembang api tapi mereka terus mengingat apa yang telah terjadi. menandai tiap sudutnya, bahkan mereka membuat monumen untuk kenangannya. 

ketika hujan berhenti di malam hari, kelopak bunga mencoba mengirup udara kota dengan berjalan mengelilingi jantung kota, 

Angin berhembus sesekali..
kolam-kolam kecil itu memantulkan dirinya yang berjalan sendu bersama cahaya kota yang semakin redup.
"mengapa kota ini semakin menyesakkan ketika malam tiba?" gumamnya.

langkahnya terhenti saat ia melihat bayangan diujung taman, 
"siapa disana?" 
"Apakah dia datang lagi?" harapan cemas itu membuat senyum tipis di wajahnya

"hujan-hujan..
"mantelnya.. ayo tutup dengan baik" saut penduduk kota yang sedang sibuk menutup bayangan itu.

segera ia mendekat, 
dan betapa kagetnya, ternyata itu hanya patung. 
"apa yang sedang kalian lakukan?" tanyanya.
"maaf, penduduk kota membuat ini beberapa waktu yang lalu untuk menyemangati anda" jawab mereka.
"semua ini? kalian menyimpan semuanya?"

Kursi yang pernah ia tempati, dekorasi-dekorasi itu, sisa kembang api, bahkan tempat makan minum masih tertata rapi di sebuah rungan kecil. mereka tak benar-benar membersihkannya. "gumamnya"

"tolong nyalakan kembang Api itu" perintahnya.
"tapi hujan sedang turun" jawab mereka
"biarkan, nyalakan kembang api yang paling besar hingga dia bisa melihatnya dari kejahuan"

Di tengah hujan yang perlahan mulai deras, kembang api bersautan di langit kota. cahaya-cahaya itu terpantul pada tiap genangan air sepanjang jalan.

.... ia berjalan kembali ke tempatnya membiarkan dirinya terhantam hujan yang semakin deras, di temani cahaya-cahaya dan suara gemuruh kembang Api. 
sesekali menatap langit sambil tersenyum "berharap pesan itu tersampaikan".

"lihatt itu bunga raksasa..
"sejak kapan kita menyalakan kembang api di tengah hujan?
"apakah ia sedang merindukan sesuatu?"
"apa ia sedang menghabiskan kenangan yang tersisa?"
...Riuh Penduduk kota saling bersautan.

Tuan.. penduduk kota tak benar-benar membersihkan kota, mereka tak benar-benar membiarkan anda pergi. mereka hanya melepas, membiarkan anda melanjutkan perjalanan, mereka membiarkan anda melihat betapa indahnya sepanjang perjalanan yang sedang anda lalui. 

Tuan... mereka tak pernah bilang jika mereka menunggu anda kembali, tapi nyatanya semua masih tertata rapi seperti saat anda disini. 
Tuan.. tolong lihatlah ke langit malam ini, kami sedang memberi kabar bahwa kami baik-baik saja. berharap bahwa anda pun begitu. 


..... Nyatanya yang paling tersiksa ialah yang lebih dulu mengatakan selamat tinggal. 
Jika hari ini tak bisa ku hentikan hujan di kotaku, tak bisa menarik matahari bersamaku, bahkan mengambil bintang-bintang untuk menemaniku. sekali lagi, dan sekali lagi.. ku coba bertahan. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...