Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Diary of the day #diaryH

hari ini mau cerita apa adanya, gaada esetetika penulisan dan lain-lain. huaaaaaa... Memasuki pertengahan bulan ini ternyata menjadi tantangan yang baru saja aku sadari. tantangan dimana aku harus tetap mengontrol diri tetap stabil, waras, happy dan yaaaaaaaa keep on track gitu. Aku sadar beberapa hari ini, aku  ngerasa burnout, ngerasa hopeless padahal kalo mau dipikir-pikir gaada yang ga harus di syukuri.  Alhamdulillah pekerjaan selalu ada aja kemudahannya, pemasukan lancar, bisa beli apa yang aku mau. tapi kenapa gitu masih ngerasa ada aja yang kurang tuh :( astagfirullah. apa aku kurang bersyukur ya.. hampir 2 minggu ini juga sahabatku lagi punya problem sama HPnya, jadi kebayang kan. aku yang tiap malam, tiap detik kadang suka VC telponan sama dia, ngirim video-video random di tiktok terus udah engga lagi :(((  aku cerita ini disini juga karena beberapa hari ini selalu nyimpen semuanya sendiri. sahabatku juga sibuk di sekolahnya, dan kita ga pernah ketemu buat ngobr...

Your existence -

she has a coldest heart, in the winter nights, you come. the coldest heart, melted, without promises and hopes, you come. She has tried admit what she feels, summer comes, sunflower are blooming. time takes what she wants, clouds hold back tears, you left. She has let him go, pouring outside,.... then rainy days come. I'm simply thankful for your existence - whether I meant to be a part of it or not,...

Letting go isn't goodbye~

...lagi dan lagi, kapan matahari bisa bersinar terang di kota ini "gumam penjaga gerbang sambil menyapu genangan air" Hampir sebulan kota kami diguyur hujan, pagi-siang hingga malam. kolam-kolam kecil ada dimana-mana, di sepanjang jalan, perkebunan dan taman. Penduduk kota telah kembali ke aktivitas seperti biasa tanpa dekorasi, pesta, dan kembang api tapi mereka terus mengingat apa yang telah terjadi. menandai tiap sudutnya, bahkan mereka membuat monumen untuk kenangannya.  ketika hujan berhenti di malam hari, kelopak bunga mencoba mengirup udara kota dengan berjalan mengelilingi jantung kota,  Angin berhembus sesekali.. kolam-kolam kecil itu memantulkan dirinya yang berjalan sendu bersama cahaya kota yang semakin redup. "mengapa kota ini semakin menyesakkan ketika malam tiba?" gumamnya. langkahnya terhenti saat ia melihat bayangan diujung taman,  "siapa disana?"  "Apakah dia datang lagi?" harapan cemas itu membuat senyum tipis di wajahnya ...

was she supposed to disappear?

in her silence, flowers keep blooming. when snow melts, the flowers grow again. the ocean doesn't reflect the blue sky, then how she keeps smiling like rainbow if she can't. when night comes, he was gone, leaving her with questions. was she supposed to disappear?

to: My right person, our wrong time

 ....Sementara kota sedang berbenah,  kelopak bunga tertunduk sendu.  hari-hari yang ia nantikan harus segera ia relakan, tamu yang sedang ia kagum-kagumi telah berjalan pergi.  awan gelap terlihat diujung langit untuk segera menyapa. "lepaskan" bisiknya. sementara kota sedang berbenah..  Apa dia tak ingin bertanya? Apa dia tak ingin memastikan sesuatu? semua pertanyaan itu harus segera ia urungkan. Masih panjang waktu untuk menuju mimpi-mimpi yang tlah lama ditunda.  memastikan dia hanya tertuju padamu hanya akan menghabiskan waktu. "pikirnya"  Sadar bahwa saat ini bukan waktu yang baik untuk bertanya maka simpanlah.  angin membawa bulir-bulir air jatuh dikelopnya.. "diam dan lepaskan" bisiknya.  "hampir selesai" - teriak penduduk kota Kelopak bunga menatap langit dalam-dalam, berharap suatu hari dia berkunjung kembali. Jika waktu yang tepat sudah datang bahkan jika ia harus bersaing dengan miliyaran bintang-bintang di langit, bahkan jika ha...