Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Au Revoir - Enchanted to meet you!

..... Angin berhembus sesekali membawa ranting-ranting dan dedaunan kering.  Kenapa berhenti? "tanyanya pada penduduk kota" Tuan, mohon maafkan kami. mungkin tugas kami sudah selesai. dan anda bisa melanjutkan perjalanan anda kembali. "jawab penduduk kota" "tapi aku ingin lebih lama di kota ini "jawabnya" Tuan.. Biarkan kami berbenah, mengatur ulang kota ini dengan baik. Tuan.. Terima kasih telah mampir, dari lubuk hati paling dalam, kami sangat berterima kasih.  kami pikir, kamilah yang memberi anda kekuatan tapi nyatanya kehadiran andalah yang membuat kota kami terang dan ceria. Au Revoir! "seruan penduduk kota" Tuan..  selama perjalanan anda nanti, anda akan menemukan kota-kota yang lain, yang lebih cantik dan lebih bersinar.  Tapi.. Jika selama perjalanan anda belum menemukan tempat untuk kembali. maka kami akan dengan senang hati menyambut anda lagi "jawab penduduk kota" Segera para penjaga lampu memadamkan lampu kota. pendudu...

Au Revoir Part 1

......Pada akhirnya selesai juga tugasku "saut penjaga lampu Kota" Hampir sebulan ini penduduk kota disibukkan dengan banyak hal. hari-hari yang biasanya selalu redup dan membosankan,  tiba-tiba berubah semenjak tamu itu datang ke kota ini.  Beberapa waktu lalu, ketika pertama kali tamu itu menginjakan kaki di kota ini, lampu terakhir yang hampir padam bisa hidup kembali.  "aku kaget melihat kota yang begitu gelap ini" "gumamnya" "tenang saja tuan, anda adalah tamu spesial.  akan kami sambut dan jamu dengan baik,  dan akan kami nyalakan lampu yang indah untuk penuhi kota ini" "apakah kami boleh bertanya, sampai kapan anda akan ada di kota ini? "tanya penduduk kota" "entahlah, aku berusaha mencari kekuatan sebelum melanjutkan perjalananku. entah aku akan menetap atau pergi, semua tergantung pada kota ini" "jawabnya" "Baik tuan, berjalanlah sampai di jantung kota ini dan lampu-lampu akan mengikutimu" Per...

Menepi

Hari itu langit biru tak bisa berbohong lagi, ia membiarkan awan putih lewat dan menetap, hingga menutup sebagian dirinya, istrahat katanya. Pernah sekali ku merasa sangat bahagia berada di arus yang deras ini, sangat ramai. melihat diri dipenuhi pujian dan candaan. melihat mereka yang begitu bersinar, Aku ingin seperti mereka. "gumamku" Tapi.. Semakin ke hilir, arusnya semakin deras,  entah aku yang sedang berjuang mati-matian agar sesuai ritme mereka atau memang aku yang ternyata memang tak bisa berenang? "gumamku" semakin ku paksa, rasanya semakin kesulitan. mencoba mengambil nafas beberapa kali, tapi tak cukup juga.  "tolong pegang tanganku" teriakku. Arus deras ini membawa mereka melewatiku begitu saja. "apa mereka tak melihatku? "tanyaku" tiba-tiba, "ayo sebentar lagi sampai finish" "teriak mereka" Melihat jari-jari mulai mengkerut kedinginan, tetap ku coba memaksakan diri. ahh, kenapa aku selemah ini? arus deras ...

Would you..

time flies like a storm,  heavy and strong. why? no matter what i do, I always end up thinking about you? Who inside you? I wonder,  what feeling do you have? how could? with just a single word, You can make me smile and crash down. Should i unlock my heart for this uncertain story? huft,  would you mind asking me first? for the next real story. #DGP

Apakah ini halo untuk pergi tanpa pamit selanjutnya?

Aku bertanya-tanya, mengapa Juni kali ini terasa berbeda. Melangkahkan kaki 2 jengkal saja terasa sangat berat,  Menelan air seperti sedang menelan bongkahan es, Menyesakkan. Aku bertanya-tanya, apakah ini halo untuk pergi tanpa pamit selanjutnya?  Sudah beberapa hari ini, hujan selalu turun kemudian disusul jembatan warna-warni, Tapi rasanya biasa saja. Aku bertanya-tanya, apakah terlalu terburu-buru mengartikan awan mendung bahwa hujan akan turun? Berdiri diujung lorong,  Meratapi bayangan terakhir yang pergi. Menoleh, ku mohon. "bisikku" Berdiri diujung lorong,  Terpaku menatap bayangan terkahir yang pergi. Menoleh, ku mohon. "Harapku sekali lagi" Mengejar? Untuk apa tanyaku. Benar-benar menyesakkan Melihat bayangan terakhir itu pergi. ---------- Tolong menoleh dan sapalah aku, jika urusanmu sudah selesai.  

Duniaku

Memiliki mereka dihidupku bagai berdiri di tengah hutan yang indah dan rindang. Mendengar tiap nasihat dan omelan mereka, bagai mendengar aliran sungai yang tenang dan dalam. Bersama mereka bagai memiliki seluruh dunia ini. Melihat indahnya pelangi setelah hujan bersama cantiknya senja yang sendu. Ku terdiam. Entah siapa pamitnya yang paling menyakitkan. Entah siapa yang pertama kali menatapnya setelah ditinggalkan. Di tengah gelapnya malam,  ku berharap tersisa satu bintang. Di tengah dalamnya lautan, Ku berharap tersisa satu harapan. Ku bertanya. Jika pada akhirnya,  akulah yang tersisa disini.  Apakah aku mampu? Jika pada akhirnya, Akulah yang pamit duluan. Apakah aku setega itu? Mah.. Pah.. terima kasih telah hadir di dunia ini.

Kelam

Saat itu ialah tahun yang sangat dingin,  saat dimana keringat tergantikan air mata, harapan menjadi kenangan.  Pekerja itu harus terus berjalan sambil menggenggam batu. Hari-hari yang dingin itu, ia habiskan bersama batu ditangannya.  Semakin dingin, semakin erat genggamannya.  Ketika air sungai tak lagi menyembuhkan dahaga, bunga-bunga melebur bersama tanah, ia tetap menggenggam batu itu.  Ketika ia sadar bahwa batu itu mampu membuatnya hangat, ia berhenti menggenggamnya. Alih-alih mengira bahwa sedang menggenggam mawar, ternyata tangannya tlah terluka. Hari yang sangat dingin itu, terasa sangat menyesakkan.  Tak mampu lagi menggenggam apapun. Di hari itu, ia melepas batu itu dari genggamannya. Melepaskan, mengikhlaskan, merelakan dan menerima bahwa lukanya tetap membekas.

Sesekali bersedih tak apa kan?

Memandangi matahari sepanjang hari dan berharap ia tak hilang... itu sangat mustahil.  Sama halnya mencemaskan musim panas hadir sepanjang tahun. akan ada kalanya matahari akhirnya pergi bersama bintang-bintang hingga hadirlah bulan. dan akan datang musim semi penuh bunga dan kupu-kupu yang bertebangan. hari-hari yang sulit ini, nikmatilah.  rasakan tiap helaan nafas beratmu,  Hari-hari yang sulit ini, hargailah. ia hadir bukan untuk mengutukmu.  Percayalah bahwa ia datang untuk membuatmu semakin kuat. sesekali bersedih tak apa kan?  tak apa, itu berarti kamu sangat kuat. Allah menitipkan masalah padamu hari ini agar bisa menjadi semangat untuk oranglain esok hari. Semangat ya!

Into you

The road full of pouring rain. Flowers are blooming red Forest are growing wild Then you're shining right Into the sun bright From alphabets to words, from words to paragraph. And paragraph into poems Could you just to be mine? Every words can't describe how thankful i am have someone like you around me.