Langsung ke konten utama

to: My right person, our wrong time

 ....Sementara kota sedang berbenah, 

kelopak bunga tertunduk sendu. 
hari-hari yang ia nantikan harus segera ia relakan, tamu yang sedang ia kagum-kagumi telah berjalan pergi. 

awan gelap terlihat diujung langit untuk segera menyapa.
"lepaskan" bisiknya.

sementara kota sedang berbenah.. 
Apa dia tak ingin bertanya? Apa dia tak ingin memastikan sesuatu?
semua pertanyaan itu harus segera ia urungkan.

Masih panjang waktu untuk menuju mimpi-mimpi yang tlah lama ditunda. 
memastikan dia hanya tertuju padamu hanya akan menghabiskan waktu. "pikirnya" 
Sadar bahwa saat ini bukan waktu yang baik untuk bertanya maka simpanlah. 

angin membawa bulir-bulir air jatuh dikelopnya..
"diam dan lepaskan" bisiknya. 

"hampir selesai" - teriak penduduk kota
Kelopak bunga menatap langit dalam-dalam, berharap suatu hari dia berkunjung kembali.

Jika waktu yang tepat sudah datang bahkan jika ia harus bersaing dengan miliyaran bintang-bintang di langit, bahkan jika harus menyelam di lautan paling dalam. ia akan berusaha "pikirnya"

dan saat ini, ia belum mampu melakukan itu. 
ada mimpi lain yang harus ia kejar, membiarkan tuan berlama-lama di kota hanya akan menghabiskan waktu sia-sia. bahkan hari ini, setelah ia membiarkan tuan pergi, rasanya masih menetap. 

"Kota telah selesai dibersihkan" - teriak penduduk kota.

Rasa yang tumbuh bersamaan dengan waktu yang tidak tepat hanya akan membahayakan. 
dan jika dipaksakan, tentu tidak akan ada kebaikan disana. percayalah, menghindar adalah cara terbaik. menghindar untuk menjaga. 

lepaskan berat hatimu tuan, berbahagialah. 
karena ada doa-doa yang menyertaimu. 
Tuan, tolong jagalah kesehatan.
karena dirimu begitu berharga.
Sampai jumpa.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Edelweiss

Edelweiss.. Bunga yang bisa kita temui hanya didataran tinggi, yang ketika ia tumbuh kadang diantara celah-celah bebatuan. Bunga yang memiliki kandungan hormon etilen ini, menjadikan ia bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya. maka tak heran jika masyarakat menyebutnya bunga abadi bahkan tak jarang dijadikan lambang cinta sejati.  Edelweiss.. bunga ini akan sangat cantik, ketika kau melihat tangkai bunganya melambai-lambai tertiup angin. Bunga ini tumbuh penuh kesederhanaan, hidup diantara celah bebatuan. terus tumbuh dan bertahan.  Ya Allah.. i ask You for Your Love, and the Love of those who Love You, and the Love of every action that brings me closer to Your Love. Allahumma Aamiin

Berdua

 .. ternyata ada kisah yang lebih menarik selain kisah kapal besar dengan penumpang yang tersesat dan nahkoda yang tau segalanya. aku mendapati kisah yang haru dan hangat dari sebuah kapal kecil di sebrang pulau. Kapal kecil itu berniat berlabuh mengarungi samudera katanya,  membawa sepasang manusia yang memiliki kemampuan berbeda.  satunya mampu membaca peta sedangkan yang satunya mampu membaca mata angin,  dan mereka percaya.. bahwa kapal kecil itu pasti mampu berlayar. Bahagianya, mereka tak saling menuntut bahwa yang paling mengerti kapal harus mengajari yang lainnya. dan menariknya, ketika satu persatu pulau telah terlewati, hingga tiba-tiba harus terhenti di tengah lautan karena tak ada angin satupun yang lewat.  tapi ternyata mereka tak menyerah begitu saja.  Mereka menikmati setiap momen dengan sederhana,  Kapal terhenti karena tak ada angin?  waktunya untuk berbincang dan tertawa.  menikmati secangkir kopi dengan pemandangan laut yan...