.....Aku sadar, harusnya sejak awal aku harus lebih sabar.
Pagi itu, Matahari yang ku tunggu bersinar begitu terang,
hingga angin mulai menyapa bersamaan dengan awan putih dibelakangnya.
Ku pikir hari ini akan baik-baik saja, ...
"Pagi ini cuacanya cerah sekali, semoga sorenya tdk hujan" gumamku.
setelah semua pekerjaan selesai dan memutuskan untuk pulang,
angin itu menyapa lebih lembut, Matahariku hilang.
kini langit terlihat abu-abu dan perlahan hujan pun turun.
"wah hujan?, sebaiknya ku tunggu saja sampai reda" kataku.
sejam, dua jam ternyata hujannya belum juga reda.
"harus menunggu berapa lama lagi?" kataku tidak sabar.
"hujan-hujanan juga enak kayaknya deh" .....
Akhirnya ku putuskan menikmati derasnya hujan,
awalnya sangat menyenangkan, merasakan setiap butiran airnya yang jatuh menimpaku,
membayangkan hal-hal yang menyenangkan,
hingga akhirnya jari-jari tangan mulai mengkerut, badanku mulai kedinginan.
tapi perjalanan masih jauh, berhenti juga percuma, badan sudah basah semua.
dan pada akhirnya, ku memutuskan untuk terus menerobos hujan hingga sampai ke rumah.
sejak hari itu, ku menikmati tiap butiran air hujan yang jatuh, detik ke menit, menit ke jam, hingga banyak hari yang tlah terlewati.
mau berlindung tapi apa daya aku terlanjur basah kuyup.
Janji hujan diawal terlalu menyenangkan hingga tak terasa badanku tak mampu lagi menahannya.
dan akhirnya, aku jatuh sakit.
Komentar
Posting Komentar