Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Aku pemimpin Indonesia

Nama : DITHYA GALUH PRAWESTY Garda : DEEPIKA (9) Aku pemimpin Indonesia Pada umumnya pemimpin adalah seorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Di negara indonesia sendiri memiliki seorang pemimpin yang siap untuk memimpin seluruh warga negara indonesia untuk mencapai sebuah bangsa yang hebat, yang disebut presiden. Presiden sendiri berwenang mengatur dan memberi kebijakan-kebijakan untuk ditaati seluruh warga negaranya. Tetapi sebelum dipilihnya seorang presiden, tentu saja warga negara indonesia berhak memilih kriteria presiden manakah yang memang dibutuhkan untuk negara indonesia. warga negara indonesia bisa melihat dari Visi dan misi yang dijanjikan oleh calon-calon presiden yang ingin menjadi pemimpin negara Indonesia. Tetapi, pada saat ini kenyataannya bahwa kebanyakan calon-calon pemimpin yang telah terpi...

Aksi dan Demonstrasi

Aksi dan Demonstrasi Aksi, banyak kalangan masyarakat ataupun mahasiswa yang merepresentasikan aksi hanya pada satu titik, yaitu demonstrasi saja. Padahal kenyataanya tidak seperti itu, aksi tidak sama dengan demonstrasi. Makna aksi itu sangatlah luas. Ketika kita belajar, maka itu adalah sebuah aksi. Ketika kita berdiskusi, maka itu adalah aksi. Ketika kita protes, maka itu adalah aksi. Lain hal ketika kita diam karena tidak berfikir, maka itu bukan merupakan aksi karena aksi itu bergerak, bukan diam. Aksi itu menghasilkan, tidak nihil. Jadi, aksi secara praktis dapat diartikan sebagai unjuk sikap atau kekuatan sebagai perwujudan gejolak emosi yang saya, kamu atau kita miliki. Demonstrasi atau biasa disingkat Demo. Ada dua pengertian yang melekat pada sati kata ini. Pertama protes yang dilakukan secara massal dihadapan umum. Kedua, memperagakan atau mempertunjukan melakukan sesuatu sebagai referensi bagi peserta. Demonstrasi juga merupakan media pencerdasan atau pembodohan secara m...

Keseimbangan antara akademik dan organisasi

Nama : Dithya Galuh Prawesty (1605044) Garda : DEEPIKA (9) Keseimbangan antara akademik dan organisasi Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mempunyai kesempatan belajar pada level pendidikan formal tertinggi. Dan lebih menjurus ke beberapa kosentrasi saja yang dipilih. Dan masa menjadi mahasiswa menjadi salah satu kesempatan dan peluang dalam rangka pengembangan skill. Pada tataran tanggung jawab akademik mahasiswa dihadapkan pada kehidupan masa depan. Akademik menjadi salah satu hal terpenting dalam pendidikan salah satunya di Negeri ini, akademik sendiri dijadikan salah satu indikator kelulusan bagi para pelajar maupun mahasiswa. Akademik juga sering dijadikan patokan keberhasilan seseorang dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa. Dalam lingkungan perkuliahan,  mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan nilai non-akademis yang biasa disebut organisasi. Organisasi adalah suatu kelompok sosial dimana para pelakunya melakukan sesuatu dengan tujuan yan...

"Aku akan datang"

Maafkan aku yang sempat menyukai malam ketika sedang menunggu pagi. Maafkan aku yang sempat menyukai bulan ketika sedang menunggu matahari. Maafkan aku sempat menyukai hujan ketika sedang menunggu pelangi. Maafkan aku. Maafkan aku yang sempat menyukai oranglain ketika sedang menunggumu.  Kalimat yang terus menyadarkanku akan hadirnya dirimu kini membuatku cukup lelah.  "Aku akan datang" Kata itu kini hadir kembali, menyadarkanku. Kata itu selalu saja jadi jalan pulang ketika tersesat.  "Aku akan menunggumu", hingga kata itu perlahan memudar.  Ketika bertemu denganmu nanti, entah kapan. Apa yang harus kukatakan? Aku tidak benar-benar menunggumu. Aku harus bagaimana? Aku bahkan sempat menyukai ilalang ketika sedang menunggu mawar. 

in the end

We have to go separate away.

Pahit

... Semua orang memiliki perasaan. Kesedihan, kesenangan, kesakitan maupun kekecewaan.  Katanya sabar tidak ada batasnya malah manusialah yang membuat batas kesabarannya sendiri.  Dan penulis pun seperti itu, kesabaranku berakhir diatas kekecewaan. Rasa kecewa itu kadang membuat semua orang hilang kemauan tapi bukan maksud untuk berputus atas hanya saja tetap melakukan tapi dengan kawan atau lingkungan yang berbeda atau bahkan tidak membutuhkan siapa-siapa kecuali Allah tempat bersandar.  Mungkin kekecewaanku ini adalah hal yang salah.  Kecewa karena tak ada lagi orang mengerti segala perasaan ini. Kecewa karena tidak ada lagi yang memberi solusi, kebanyakan hanya memberi komentar. Kecewa karena tidak ada yang mengerti dengan keadaan ini. Kecewa karena orang-orang yang dimiliki telah sibuk dengan pekerjaannya. Kecewa karena saudara yang bahkan berkomunikasi hanya saat-saat tertentu. Berkoar-koar tapi setelah itu menghilang. Dan tinggallah seorang diri. Kekecewaan ini...

Bisakah kau mengerti?

.... aku telah mencoba menahan rindu disini. berhenti mengingat-ngingat semua kenangan. mencoba sesibuk mungkin untuk tak memikirkan seseorang. Siang itu aku mencoba melihat email yang masuk, satu pesan masuk disana. aku tahu itu kamu. aku membuka dan membacanya. seperti tersedak membaca pesanmu itu. kenapa cepat sekali kamu menganggapku tak mau bicara lagi denganmu? dan langsung mengatakan selamat tinggal? apakah kamu tak mengerti? entahlah.. aku tetap tak bisa membalas pesan itu. aku berharap kamu tak serius mengatakan itu. aku sama sekali tak membencimu, apalagi berniat tak ingin berbicara lagi denganmu. kamu harus mengerti, kita harus berjarak. bukan hanya berjarak dalam ukuran tempat, tapi berjarak dalam ukuran Hati. kenapa? karena kita sama-sama belum siap akan hal itu. aku ingin menjaga hatiku. begitu pula ingin menjaga hatimu, tak ingin ada yang namanya zina hati. bisakah kau mengerti? .. jalan yang kita lalui masih sangat jauh. entah kapan akan bertemu lagi. Pertemuan itu...

Selamat Tidur sahabatku.

Hujan turun begitu deras malam itu, ditambah angin dingin yang masuk membuatku hanya berbaring ditempat tidur. Menatap langit-langit rumah, mengingat-ngingat kembali kenangan tepat seminggu yang lalu. tanpa sadar air mata ini mengalir tanpa izin. kenangan itu sangat menyakitkan. Menyayat hati yang paling dalam. menghilangkan segala rasa secara tiba-tiba. Malam itu aku melihatmu terbaring lemas dirumah sakit, wajahmu yang lesu tapi tetap menunjukan senyuman terbaikmu. aku mintaa maaf karena sudah malam begini baru menjenguk. harusnya kan tadi pagi, apalagi ini hari minggu. Maafkan aku. karena terlalu sibuk dengan kegiataanku. Tapi dia memaklumi itu, tetap tertawa meskipun rasa sakit menyerangnya. "Pusing gak? tanyaku. Dia  menggeleng, mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja. terus apa yang sakit? "tanyaku lagi. Dia menggeleng lagi. entah mengapa, aku merasa kamu sangat kuat, aku merasa kamu akan sembuh, dan berkumpul lagi esok hari. "kalo begitu kamu ngantuk ya?". ...

Karena Perasaan ini yang mengharuskan ku pergi

I'm sorry. mungkin itu yang akan kukatakan jika kita bertemu nanti. Angin berhembus sangat kencang siang itu, langitpun tlah melukis warna abu-abu dan butiran butiran air pun turun dari sana. Hujaan. Sepertinya saat ini langit sedang bersahabat dengan hatiku. entahlah.. email yang masuk pagi tadi rasanya membuatku sedikit merasa bersalah. Ada keinginan untuk membalas tapi ada janji yang harus kutepati. Maafkan aku. Hujanya turun semakin deras. Perasaanku terasa campuraduk. Rasanya ingin berteriak saja. Sejak sebulan yang lalu ada hal yang aku sadari. Aku tak ingin menaruh harapan besar kepada seseorang, karena itu akan membuatku sakit dan kecewa. Kau memberitahuku itu sebulan yang lalu tanpa kau mengakatakannya. Ada perasaan yang sama sekali tak ku mengerti. saat itu aku berharap bukanlah demi sebuah pertemanan atau persahabatan. Aku tau ini salah, menaruh perasaan padamu. Maka sejak saat itu aku berjanji untuk tak membalas emailmu lagi. Maafkan aku.  Angin b...

Komunitas Baca Poso #PosoMembaca #AkudukungPosoMembaca

Mari budayakan Gemar Membaca dikalangan masyarakat!! Dengan Membaca kita tlah membuka jendela Dunia!! KOMUNITAS BACA POSO #Posomembaca Turut mengapresiasi  ‪#‎ Poso_Membaca‬  berbagi cerita dengan Bapak Bupati Poso, Kol. Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu FB : Komunitas Baca Poso Twitter : Kubaca_Poso

Wahai diri berkacalah

Wahai diri.. Engkau yang terlalu menginginkan hal yang belum pantas untukmu. Kau slalu mencari hal sempurna untukmu. Tanpa kau sadari dirimu sendiri belumlah pantas untuk itu. Lihat dirimu.. Wahai diri.  Wahai diri..  Engkau menginginkan pasangan yang soleh, sedangkan dirimu? Mencari kesempurnaan, sedangkan dirimu? Berkacalah wahai diri..  Sekeras apapun kau mencari yang soleh, rajin mengaji, pintar, lulusan pesantren, dan bahkan hafidz Qur'an. jikalau dirimu biasa-biasa saja dalam beribadah, dalam memperbaiki diri dihadapan Rabbmu maka janganlah engkau berharap pasangan yang sempurna seperti itu.  Jangan.. Jangan.. sekali lagi jangan. janganlah engkau memaksa, dengan berbagai cara kau mencari, mendekati seseorang yang seperti itu sedangkan dirimu biasa-biasa saja?  Berkacalah.. Perbaikilah.. Wahai diri.. Mulai saat ini, perbaikilah ibadahmu. Perbaikilah akhlakmu. Perbaikilah mengajimu. Teruslah menuntut ilmu dgn ikhlas.  Maka tanpa kau mencari. Dia akan da...

Angin Senja (membawa sejuta rindu)

Langit tlah melukis warna orange favoritenya, lengkap dengan burung-burung yang terbang kesana-kemari.. indahnya. ku berjalan seorang diri sambil melihat jam, sudah sekitar sejam aku berada disini. Tempat ini slalu menjadi tempat favoriteku untuk melepaskan penat dan lelahku..  Sejuk angin senja tiba-tiba datang menghampiriku. Menyapaku dengan lembut seolah ia berbisik ditelingaku tentang sebuah rindu yang selama ini belum tersampaikan. Hangat. hmm.. Tentu saja semua orang memiliki rasa rindu, entah itu untuk teman, saudara ataupun seorang yang special dihidupnya. tapi bagaimana jika seseorang yang ia rindukan belum pantas untuk ia rindukan? dan bahkan, rindu kepada seseorang yang belum pernah ia kenal sekalipun?  Bagiku, memiliki rasa rindu itu sah-sah saja selama rasa itu ditujukan kepada hal yang benar, kepada seseorang yang pantas, saudarakah, ataupun teman. untukku yang masih remaja, mungkin rasa rindu ini lebih pantas kuberikan kepada sahabat-sahabatku dan sauda...

Assalamu'alaikum Januari 2016 !!

Alhamdulillaah.. Nikmat manis ini masih bisa kurasakan diawal tahun baru 2016. Suasana hangat yang masih bisa kurasakan bersama sahabat dan keluargaku, dan juga angin harapan yang baru, yang akan datang sebentar lagi. Malam pergantian tahun yang kuisi bersama sahabatku adalah suatu kenangan yang sepanjang tahun tak akan pernah kulupakan. Pada tahun lalu juga seperti ini, hal ini sudah seperti kebiasaanku bersama sahabatku. Menyenangkan. Malam itu, mungkin saja semua orang sedang berdoa dan menulis semua harapan untuk menyambut tahun baru dan mencoba melupakan hal-hal pahit untuk tahun yang akan ditinggalkan.  Aku masih membayangkan banyak hal sampai seorang sahabat mengagetkanku."eh coba liat kembang apinya!". "Ah iyaa kembang apinya bagus sekali".  Alhamdulillaah.. Tahun ini, aku merasakan nikmat yang sungguh luar biasa. Ada banyak hal yang telah membuatku lebih dewasa. rasa sakit, jatuh, gagal, bahagia, menangis, tertawa. Sungguh ujian yang Allah berikan kedapaku...