Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Sedikit lagi~

Jam telah menunjukan pukul 7 pagi tapi langit masih saja terlihat gelap. Udara dingin masuk melalui celah pintu yang terbuka. Sudah hampir seminggu tapi langit tak juga bersahabat.  Meskipun langit begitu mendung tapi tidak dengan semangatku. Senyumku.  Hari ini adalah hari bahagiaku. "Hari ini aku pindah ke perumahan yang sama denganmu". Pesan singkat yang masuk semalam membuatku buru-buru tak sabar menyambut pagi. "Masa iya secepat ini?" Gumamku. Pesan singkat itu benar-benar membuatku merasa terbang ke angkasa luas. Tak pernah ku bayangkan akhirnya kita akan bertemu lagi setelah hampir 10tahun berpisah.  Tepat setelah sarapan, aku langsung berangkat ke alamat yang bahkan aku pun tak tahu rumahmu di blok berapa. Kakiku terus melangkah mengikuti hatiku. Katanya kesini, lewat sini "hatiku terus berbisik". Dengan bahagianya aku berjalan. Terseyum hingga terharu. Aku akan bertemu denganmu. Aku akan melihatmu. Senyummu. Matamu. Mendengar sapaanmu dengan nyata...

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...

Terasa jauh

Malam semakin larut. Senyap. Tak ada sedikit pun terasa angin menyapaku, yang jelas terdengar hanyalah dentingan jam dinding yang mungkin daritadi bosan melihat wajahku kalau saja dia bisa berbiacara pasti dia akan menyuruhku tidur sekarang.  Mataku masih terjaga. Tanganku masih kuat memegang handphoneku. Aku tidak ingin tidur cepat malam ini, karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan dan telah membuatku menunggu cukup lama.  Saat log in di salah satu social media, sekali-kali aku mengecek pesan bahkan obrolan yang aktif tapi masih tetap sama. Malam semakin larut obrolan yang aktiv semakin berkurang, tapi yang ditunggu tak datang juga.  Dulu.. Aku tak perlu menunggu lama hingga larut malam ketika ingin bercerita atau bahkan hanya sekedar menyapa. Dulu meskipun hanya berkomunikasi lewat sosial media tapi terasa begitu dekat tapi ya itu dulu. Saat ini meskipun sama tetap berkomunikasi lewat sosial media tapi terasa begitu jauh. Terlalu lama. Aahh aku saja yang tidak sabaran...

Assalamu'alaikum 2017 ^^

Alhamdulillah..  Allah masih memberikan nikmat hingga tahun 2017 ini.       Udara dingin masuk melalui cela pintu yang terbuka.  Kak tolong tutup pintunya, sebentar lagi hujan nanti dingin. "Teriak umi dari belakang dapur". Hujan pun turun begitu deras mengawali tahun baru 2017. Jam masih menunjukan pukul 8, tapi sudah terdengar suara kembang api dimana-mana. Meskipun hujan begitu deras masih saja terdengar suara kembang api dan cahaya yang terlihat dari balik jemdela. Malam tahun baru ini terasa biasa saja.  Diberbagai media sosial telah banyak berita tentang larangan umat muslim untuk merayakan tahun baru 2017 yang akan dirayakan diberbagai daerah-daerah. Sebagai umat muslim tentu saja kami setuju meskipun diluar sana masih saja ada yang ingin menikmati tahun baru .  Jam telah menunjukan pukul 9 dan langitpun perlahan berhenti meneteskan air matanya. Masih kuingat jelas kenangan malam tahun baru tahun kemarin, aku masih bersama sahabat-sahabatku. Ter...