Angin baru datang kembali.. oh bukan, bukan yang baru hanya saja rasanya saja yang baru. Angin yang 3 tahun lalu pernah menerbangkan daun-daun keringku. kali ini dia datang kembali. aku tak berniat mengusirnya tapi aku tak ingin menahannya. ku biarkan ia berhembus sesukanya, tanpa menyapa, tanpa merasa terusik. aku harus terus berjalan.. arah mata angin yang ku tuju berbeda. aku tak boleh menoleh terpesona dengan sejuknya. ia hanya sementara, aku tau itu.
Writing is the best healing