Langsung ke konten utama

Pucuk merah

Ketika pucuk merah tlah bersemi dengan indah di tengah hujan yang tak menentu. 
Ketika itu pula semua dimulai;

dari balik jendela yang jauh ini,  
dibawah derasnya hujan, 
beratnya angin menerpa.
ia berdiri tegap dan indah. 

Aku mengaguminya. 
ia mampu membuatku lebih mencintai diriku sendiri.

aku menyayanginya.
ia mampu mencairkan bekunya hatiku
ia mengobati lukaku
ia mematahkan semua overthinkingku.

aku ingin mencintainya,
aku mampu menerima semua tentangnya, menemaninya dalam keadaan apapun.
aku mampu menjadikan ia satu-satunya.

tapi rasanya..
hujan masih saja turun tak tentu,
dan mengatakan bahwa aku tak mampu memilikinya.

Apa aku harus terus menunggu datangnya pelangi?
Jika beberapa kali aku terus menerobos hujan, aku tlah mengungkapkan segalanya. 
hingga rasanya tlah melewati batas.

jadi, aku harus bagaimana? aku ingin ia slalu bersamaku. tapi..

Ya Rabb, aku sangat mengaguminya. 
Jika memetik pucuk merah adalah cara mencintai yang salah.
maka ku biarkan ia tetap disana,
begitu juga dengannya, memaksa ia untuk bisa dimiliki bukanlah hal yg benar.

maka, melepaskannya dalam keikhlasan ialah caraku mencintainya.


:''(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...