Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Pahit

... Semua orang memiliki perasaan. Kesedihan, kesenangan, kesakitan maupun kekecewaan.  Katanya sabar tidak ada batasnya malah manusialah yang membuat batas kesabarannya sendiri.  Dan penulis pun seperti itu, kesabaranku berakhir diatas kekecewaan. Rasa kecewa itu kadang membuat semua orang hilang kemauan tapi bukan maksud untuk berputus atas hanya saja tetap melakukan tapi dengan kawan atau lingkungan yang berbeda atau bahkan tidak membutuhkan siapa-siapa kecuali Allah tempat bersandar.  Mungkin kekecewaanku ini adalah hal yang salah.  Kecewa karena tak ada lagi orang mengerti segala perasaan ini. Kecewa karena tidak ada lagi yang memberi solusi, kebanyakan hanya memberi komentar. Kecewa karena tidak ada yang mengerti dengan keadaan ini. Kecewa karena orang-orang yang dimiliki telah sibuk dengan pekerjaannya. Kecewa karena saudara yang bahkan berkomunikasi hanya saat-saat tertentu. Berkoar-koar tapi setelah itu menghilang. Dan tinggallah seorang diri. Kekecewaan ini...

Bisakah kau mengerti?

.... aku telah mencoba menahan rindu disini. berhenti mengingat-ngingat semua kenangan. mencoba sesibuk mungkin untuk tak memikirkan seseorang. Siang itu aku mencoba melihat email yang masuk, satu pesan masuk disana. aku tahu itu kamu. aku membuka dan membacanya. seperti tersedak membaca pesanmu itu. kenapa cepat sekali kamu menganggapku tak mau bicara lagi denganmu? dan langsung mengatakan selamat tinggal? apakah kamu tak mengerti? entahlah.. aku tetap tak bisa membalas pesan itu. aku berharap kamu tak serius mengatakan itu. aku sama sekali tak membencimu, apalagi berniat tak ingin berbicara lagi denganmu. kamu harus mengerti, kita harus berjarak. bukan hanya berjarak dalam ukuran tempat, tapi berjarak dalam ukuran Hati. kenapa? karena kita sama-sama belum siap akan hal itu. aku ingin menjaga hatiku. begitu pula ingin menjaga hatimu, tak ingin ada yang namanya zina hati. bisakah kau mengerti? .. jalan yang kita lalui masih sangat jauh. entah kapan akan bertemu lagi. Pertemuan itu...

Selamat Tidur sahabatku.

Hujan turun begitu deras malam itu, ditambah angin dingin yang masuk membuatku hanya berbaring ditempat tidur. Menatap langit-langit rumah, mengingat-ngingat kembali kenangan tepat seminggu yang lalu. tanpa sadar air mata ini mengalir tanpa izin. kenangan itu sangat menyakitkan. Menyayat hati yang paling dalam. menghilangkan segala rasa secara tiba-tiba. Malam itu aku melihatmu terbaring lemas dirumah sakit, wajahmu yang lesu tapi tetap menunjukan senyuman terbaikmu. aku mintaa maaf karena sudah malam begini baru menjenguk. harusnya kan tadi pagi, apalagi ini hari minggu. Maafkan aku. karena terlalu sibuk dengan kegiataanku. Tapi dia memaklumi itu, tetap tertawa meskipun rasa sakit menyerangnya. "Pusing gak? tanyaku. Dia  menggeleng, mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja. terus apa yang sakit? "tanyaku lagi. Dia menggeleng lagi. entah mengapa, aku merasa kamu sangat kuat, aku merasa kamu akan sembuh, dan berkumpul lagi esok hari. "kalo begitu kamu ngantuk ya?". ...