..... Siapa saja, tolong selamatkan aku!
Hujan deras, banjir bandang, angin topan menerjang kota dengan tiba-tiba.
semuanya berantakan, kacau, banyak penduduk kota yang kehilangan harta bendanya.
kami semua tenggelam.
Ketika angin begitu dasyatnya menyeret benda-benda hingga beterbangan ke langit,
penduduk kota berteriak untuk menyelamatkanmu Tuan!
Penduduk kota sebisa mungkin mendorongmu keluar kota, mereka menyelamatkanmu dari amukan emosi, pikiran yang berlebihan dan semua rasa cemburu yang menghancurkan kota ini.
Pergilah Tuan!
Tanganku tak sampai untuk menyelematkanmu,
ku biarkan penduduk kota membawamu.
Saat melihatmu tlah diujung gerbang kota, aku tersenyum.
Tuan, tolong jangan menangis.
Aku sangat menyayangimu.
ku biarkan kelopak bunga itu tenggelam dengan semua penyesalannya,
sesak, sangat sesak.
beberapa kali ia teriak minta tolong.
tapi ku biarkan saja.
ia telah membuatmu menangis Tuan, lagi dan lagi.
biarkan ia dihukum atas amukan emosinya.
..... Siapa saja, tolong selamatkan aku! "teriaknya"
Komentar
Posting Komentar