Langsung ke konten utama

Postingan

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!
Postingan terbaru

Puisiku

Ku tatap lautan bintang sang askara yang indah, berteman lambaian angin mengekang dalam lamunan, Selaksa luapan rasa dalam dada tenggelam dalam genangan air mata Angin merintih menembus kesunyian mengurung ilusi dalam nirwana Mata Indah itu, aku melihat ada bintang disana, berbinar-binar penuh kehangatan.  Senyum manis itu, aku bagaikan sedang membaca puisi  penuh diksi yang indah sangat menyenangkan. Bagai sebuah kesyukuran melihat matahari masih tetap ada diatas sana, sungguh hal lain yang patut di syukuri ialah kehadirannya di duniaku. Aku menitipkannya pada sangat Pencipta, Agar menghapuskan kegelisahan dan kesedihannya. ku mohon semesta untuk memeluknya, jangan biarkan ia menyepi dan kedinginan ku mohon angin menemaninya, meniupkan dedaunan agar langkah kecilnya menyenangkan. Jika tak bersamanya, ku merayu semesta lagi.. itu karena aku sudah berada dibawah tanah, sebagai alasannya. Rindu dan Doa untukmu, yang terkasih.  Aiy.

Lihatlah, hatiku.

 Tangkai kering yang ku rangkai bersama bunga-bunga kecil, Sengaja ku pilih warna merah yang sedikit gelap sesuai warna kesukaanmu.  lalu, ku letakkan di depan pintumu.  hari-hari buket bunga itu  ku lutekkan hingga menumpuk memenuhi pintu rumahmu. apa masih tak terlihat? "tanyaku" hari-hari masuk ke hutan gelap dan menyesakkan mencari tangkai kering dan bunga merah itu. ku ingin kamu melihatnya, bunga itu. "apa masih tak terlihat?" tanyaku lagi  hari-hari dimana langit terlihat lebih mendung dari biasanya, tak ada pelangi, begitu pula hujan yang jatuh tanpa segan. akhir-akhir ini, aku kesulitan menerjemahkan sikapmu. apa kita masih di frekuensi rasa yang sama? atau aku yang sedang berjuang sendiri? dingin dan menyesakkan. adakah hati lain yang sedang kau tuju? apa bukan aku? hatiku sesak seperti ada luka menganga disana,  Sejak kau berhasil mengambil jiwaku, dan aku berjalan sesuai bagaimana hatimu. aku tak pernah merasa sekebingungan ini. aku masih ingin ...

Waktu dan kamu

Lirikkan jam dinding itu sangat menikam, entah karena ia paham aku sedang mengutuknya  atau karena kasian melihatku. tiap detiknya sangat menyiksa, melahirkan bait-bait tanya yang tak ada jawaban. ingin mengutuknya, waktu. tapi ia juga beri bahagia. Tiap menitnya sangat memilukan, merangkai harapan yang tak ada kepastian. sangat menyayanginya, kamu. tapi ia juga rindu yang menyakitkan. tiap jamnya sangat menakutkan, mengharuskan cerah dilangit kelabu. Tolong hentikan, waktuku ini, tak mau lagi menatap langit biru itu sendiri. tak mau lagi basah kuyup sendiri. tolong bersamaku, saja.

unsaid

Maafkan aku, jika kamu harus memilihku dengan kepastian yang ragu.  Maafkan aku,  jika kamu harus memilihku karna opsi pertama yang kamu punya pergi ninggalin kamu. Maafkan aku,  Jika kamu harus memilihku karena aku adalah jalan buntu yang mau gak mau harus kamu tuju. Maafkan aku, Jika kamu harus mematahkan hatiku satu-satunya dengan memilihku padahal maumu bukan aku. sebenarnya cinta itu seperti apa? "tanyaku" Apa selama ini aku kegeeran?  menganggap bahwa kita berada diurutan yang sama. di opsi yang sama.  kenyataannya aku selalu menjadikanmu PEMENANG,  tapi mungkin buat kamu aku gak lebih dari sebuah opsi cadangan.  Aku sangat Bahagia bertemu kamu,  tapi maafkan aku, jika kamu belum bahagia bertemu denganku. 

Berdua

 .. ternyata ada kisah yang lebih menarik selain kisah kapal besar dengan penumpang yang tersesat dan nahkoda yang tau segalanya. aku mendapati kisah yang haru dan hangat dari sebuah kapal kecil di sebrang pulau. Kapal kecil itu berniat berlabuh mengarungi samudera katanya,  membawa sepasang manusia yang memiliki kemampuan berbeda.  satunya mampu membaca peta sedangkan yang satunya mampu membaca mata angin,  dan mereka percaya.. bahwa kapal kecil itu pasti mampu berlayar. Bahagianya, mereka tak saling menuntut bahwa yang paling mengerti kapal harus mengajari yang lainnya. dan menariknya, ketika satu persatu pulau telah terlewati, hingga tiba-tiba harus terhenti di tengah lautan karena tak ada angin satupun yang lewat.  tapi ternyata mereka tak menyerah begitu saja.  Mereka menikmati setiap momen dengan sederhana,  Kapal terhenti karena tak ada angin?  waktunya untuk berbincang dan tertawa.  menikmati secangkir kopi dengan pemandangan laut yan...

rintik terakhir

... apakah musim hujan akan segera berakhir? "tanyanya" Ketika udara hangat perlahan menjadi sangat dingin, aku bertanya-tanya .. "ia sedang apa?" rintik hujan yang kini telah jatuh ribuan  riuh serangga, berisiknya atap rumah, aku masih bertanya-tanya.. "masihkah hatinya untukku?" Lampu jalanan yang redup malam yang begitu gelap rintik terakhir yang jatuh udara yang makin menyesakkan, aku mengingat kata-kata itu.. "bisakah kita tidak menyerah suatu hari nanti?" Musim hujan akan segera berakhir, tapi apakah Matahariku akan kembali hangat seperti sebelumnya? ataukah masih ada musim lain yang harus ku lalui? Aku sangat merindukannya, aku tau ia ada disana, matahari itu. tapi mengapa hangatnya tak sampai sini. - Bunga kecil