Langsung ke konten utama

Selamat Tidur sahabatku.

Hujan turun begitu deras malam itu, ditambah angin dingin yang masuk membuatku hanya berbaring ditempat tidur. Menatap langit-langit rumah, mengingat-ngingat kembali kenangan tepat seminggu yang lalu. tanpa sadar air mata ini mengalir tanpa izin. kenangan itu sangat menyakitkan. Menyayat hati yang paling dalam. menghilangkan segala rasa secara tiba-tiba.

Malam itu aku melihatmu terbaring lemas dirumah sakit, wajahmu yang lesu tapi tetap menunjukan senyuman terbaikmu. aku mintaa maaf karena sudah malam begini baru menjenguk. harusnya kan tadi pagi, apalagi ini hari minggu. Maafkan aku. karena terlalu sibuk dengan kegiataanku. Tapi dia memaklumi itu, tetap tertawa meskipun rasa sakit menyerangnya. "Pusing gak? tanyaku. Dia  menggeleng, mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja. terus apa yang sakit? "tanyaku lagi. Dia menggeleng lagi. entah mengapa, aku merasa kamu sangat kuat, aku merasa kamu akan sembuh, dan berkumpul lagi esok hari. "kalo begitu kamu ngantuk ya?". Dia pun menggangguk, wah kalo begitu tidur aja deh. tidur aja ya, aku terus mengulangi kata-kataku. "kalian sudah mau pulang?" tanyanya. "iyaa kalo kamu udah ngantuk kan mending kita pulang aja biar kamu bisa istrahat. kamu tidur aja yaa.." aku mengulangi kata-kataku itu lagi.
setelah sejam berada disana, akhirnya aku pamit bersama sahabatku yang lain.
Pamiit dulu yaa.. "sambil melambaikan tangan ketika di Pintu keluar"
Diapun melihat sambil tersenyum.

Cuaca begitu cerah keesokan harinya.
entah mengapa pagi ini aku ingin memakai baju warna hitam. akupun pergi sambil menikmati hari yang cerah ini. sampai tepat jam 10 Pagi, aku dijemput dan dibawa kerumah sakit. Sahabatku Kritis. seperti guntur disiang bolong, rasanya hatiku sakit. tak peduli lagi, akupun langsung pergi kerumah sakit. langkah kakiku terasa berat saat berlari dikoridor. Sambil bertanya kepda saudaranya yang lain, akupun diantar masuk kedalam ruangannya. Hatiku semakin hancur, melihat sahabatku terbaring lemah disana menggunakan oksigen. tak kuat kakiku menahan tubuhku yang lemas, hingga membuatku jatuh. air mata bagaikan hujan mengalir deras di pipiku.
Saat-saat terakhir itu.. aku dipanggil untuk berada disampingnya. membisikkan bahwa aku sangat menyayanginya. teman-teman yang juga sangat menyayanginya. Air matanya pun mengalir, hatiku terasa teriris. perih. sakit. hancur sekali.
Sahabatku.. kamu harus kuat. hanya aku saja yang masih mengharapkannya bisa sehat kembali saat itu. semua orang telah mengikhlaskannya.
saat-saat terakhir itu, aku menuntunnya menyebutkan syahadat. Air matanya pun terus mengalir. bayangkan saja bagaimana rasanya jika berada disamping orang terdekat disaat terakhirnya. aku merasa ini hanyalah mimpi.
Tapi akupun harus ikhlas. ini demi kebaikkannya. aku hentikan air mata ini. demi kebahagiaanmu disana sahabatku. Tidur laah. tidur lah yang nyenyak sahabatku.
Tepat setelah adzan dzuhur, Dia menghembuskan nafas terakhirnya. Hari senin 29 februari 2016. akan menjadi kenangan.
Kenangan kita selama ini taakan pernah mudah untuk dilupakan. Hingga saat inipun Hati ini belum sembuh.
In-syaa Allah, kita akan bertemu lagi ditempat yang lebih baik di sisi Allah Swt. Aamiin
.
.
.
.
.
Hanya Doa yang dapat kuberikan kepadamu sahabatku, Annisa Dwi Nurhayati (29-02-2016)

Komentar

  1. Han, jujur itu terlalu menyedihkan untuk saya bayangkan. Tapi pasti Almarhumah nda ingin lihat sahabatnya sedih karena dia, saya yakin itu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...