Lirikkan jam dinding itu sangat menikam,
entah karena ia paham aku sedang mengutuknya
atau karena kasian melihatku.
tiap detiknya sangat menyiksa,
melahirkan bait-bait tanya yang tak ada jawaban.
ingin mengutuknya, waktu.
tapi ia juga beri bahagia.
Tiap menitnya sangat memilukan,
merangkai harapan yang tak ada kepastian.
sangat menyayanginya, kamu.
tapi ia juga rindu yang menyakitkan.
tiap jamnya sangat menakutkan,
mengharuskan cerah dilangit kelabu.
Tolong hentikan,
waktuku ini,
tak mau lagi menatap langit biru itu sendiri.
tak mau lagi basah kuyup sendiri.
tolong bersamaku, saja.
Komentar
Posting Komentar