Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?
Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.
Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tidak tau apa-apa" dengan gaya khas om aji menggunakan kacamata saat berbisik kepada zahra sebelum ia berangkat ke kota ini. Dia masih ingat betul kata-kata itu.
"Mm, Jadi harus pasang wajah yakin, anggap saja kita memang orang sini" bisik zahra.
Anginnya terasa semakin dingin. Ketika zahra telah mantap memasang wajah yakinnya sambil berkaca disalah satu spion motor. Ia berjalan menuju ke depan terminal untuk mencari angkutan umum.
Ketika berjalan ia mencium aroma sedap dari salah satu warung di pinggir sana.
"Mm aroma apa ini? Rasanya enak sekali". Zahra terus berjalan sambil mencari-cari dari mana asal aroma sedap ini sambil mengelus perutnya. Kelarapan. Ketika ia sampai di salah satu warung dengan tulisan besar di atasnya "Coto Makassar"
Disanalah ia memulai cerita selanjutnya. Bersambung~
Nice Hanachan.
BalasHapus