Tangkai kering yang ku rangkai bersama bunga-bunga kecil,
Sengaja ku pilih warna merah yang sedikit gelap sesuai warna kesukaanmu.
lalu, ku letakkan di depan pintumu.
hari-hari buket bunga itu
ku lutekkan hingga menumpuk memenuhi pintu rumahmu.
apa masih tak terlihat? "tanyaku"
hari-hari masuk ke hutan
gelap dan menyesakkan
mencari tangkai kering dan bunga merah itu.
ku ingin kamu melihatnya,
bunga itu.
"apa masih tak terlihat?" tanyaku lagi
hari-hari dimana langit terlihat lebih mendung dari biasanya,
tak ada pelangi, begitu pula hujan yang jatuh tanpa segan.
akhir-akhir ini, aku kesulitan menerjemahkan sikapmu.
apa kita masih di frekuensi rasa yang sama?
atau aku yang sedang berjuang sendiri?
dingin dan menyesakkan.
adakah hati lain yang sedang kau tuju?
apa bukan aku?
hatiku sesak seperti ada luka menganga disana,
Sejak kau berhasil mengambil jiwaku, dan aku berjalan sesuai bagaimana hatimu.
aku tak pernah merasa sekebingungan ini.
aku masih ingin kita di titik yang sama.
Komentar
Posting Komentar