Langsung ke konten utama

Terasa jauh

Malam semakin larut. Senyap. Tak ada sedikit pun terasa angin menyapaku, yang jelas terdengar hanyalah dentingan jam dinding yang mungkin daritadi bosan melihat wajahku kalau saja dia bisa berbiacara pasti dia akan menyuruhku tidur sekarang.

 Mataku masih terjaga. Tanganku masih kuat memegang handphoneku. Aku tidak ingin tidur cepat malam ini, karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan dan telah membuatku menunggu cukup lama. 
Saat log in di salah satu social media, sekali-kali aku mengecek pesan bahkan obrolan yang aktif tapi masih tetap sama. Malam semakin larut obrolan yang aktiv semakin berkurang, tapi yang ditunggu tak datang juga. 

Dulu.. Aku tak perlu menunggu lama hingga larut malam ketika ingin bercerita atau bahkan hanya sekedar menyapa. Dulu meskipun hanya berkomunikasi lewat sosial media tapi terasa begitu dekat tapi ya itu dulu. Saat ini meskipun sama tetap berkomunikasi lewat sosial media tapi terasa begitu jauh. Terlalu lama. Aahh aku saja yang tidak sabaran. 
Aku ingin cerita tentang bagaimana hariku hari ini, tentang sesuatu yang membuatku sedih hari ini, tentang anime yang baru ku nonton hari ini daaan semuanya. Tapi aku harus menunggu cukup lama untuk mengatakannya. Padahal ada sahabat-sahabatku yang siap mendengarkan tapi tetap saja aku memilih waktu yang cukup lama untuk menceritakan ini. 

Jam dinding semakin bosan melihatku, dari tadi kalau bukan layar handphone yang ku tatap, jam dindinglah yang ku lirik. Sudah pukul 2 dini hari mataku belum saja tertutup. Tapi badanku sudah mengisyaratkan agar segara tidur. Ku pikir ini kesempatanku tapi kalau saja aku menunggu hingga pagi hari percuma juga kalau nama itu tak kunjung online. 
Mataku sayup-sayup ingin menutup, ku akhiri penantian malam ini. Biarkan mataku istrahat dan juga hatiku.


Fiksi by D. Galuh Prwsty


Komentar

  1. Maaf saya memang tidak selalu ada untuk Admin, saya sibuk Admin, tapi saya tetap menunggu pesan dari admin juga, mungkinkah kita saling menunggu tanpa ada yang memulai? Atau memang kita hanya bisa saling menunggu. Hahaha, maaf admin saya ngaco, saya cuma nyasar sih di sini, visit blog saya ya morizkay.tumblr.com atau morizkay.wordpress.com permisi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Edelweiss

Edelweiss.. Bunga yang bisa kita temui hanya didataran tinggi, yang ketika ia tumbuh kadang diantara celah-celah bebatuan. Bunga yang memiliki kandungan hormon etilen ini, menjadikan ia bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya. maka tak heran jika masyarakat menyebutnya bunga abadi bahkan tak jarang dijadikan lambang cinta sejati.  Edelweiss.. bunga ini akan sangat cantik, ketika kau melihat tangkai bunganya melambai-lambai tertiup angin. Bunga ini tumbuh penuh kesederhanaan, hidup diantara celah bebatuan. terus tumbuh dan bertahan.  Ya Allah.. i ask You for Your Love, and the Love of those who Love You, and the Love of every action that brings me closer to Your Love. Allahumma Aamiin

Berdua

 .. ternyata ada kisah yang lebih menarik selain kisah kapal besar dengan penumpang yang tersesat dan nahkoda yang tau segalanya. aku mendapati kisah yang haru dan hangat dari sebuah kapal kecil di sebrang pulau. Kapal kecil itu berniat berlabuh mengarungi samudera katanya,  membawa sepasang manusia yang memiliki kemampuan berbeda.  satunya mampu membaca peta sedangkan yang satunya mampu membaca mata angin,  dan mereka percaya.. bahwa kapal kecil itu pasti mampu berlayar. Bahagianya, mereka tak saling menuntut bahwa yang paling mengerti kapal harus mengajari yang lainnya. dan menariknya, ketika satu persatu pulau telah terlewati, hingga tiba-tiba harus terhenti di tengah lautan karena tak ada angin satupun yang lewat.  tapi ternyata mereka tak menyerah begitu saja.  Mereka menikmati setiap momen dengan sederhana,  Kapal terhenti karena tak ada angin?  waktunya untuk berbincang dan tertawa.  menikmati secangkir kopi dengan pemandangan laut yan...