.. ternyata ada kisah yang lebih menarik selain kisah kapal besar dengan penumpang yang tersesat dan nahkoda yang tau segalanya.
aku mendapati kisah yang haru dan hangat dari sebuah kapal kecil di sebrang pulau.
Kapal kecil itu berniat berlabuh mengarungi samudera katanya,
membawa sepasang manusia yang memiliki kemampuan berbeda.
satunya mampu membaca peta sedangkan yang satunya mampu membaca mata angin,
dan mereka percaya.. bahwa kapal kecil itu pasti mampu berlayar.
Bahagianya, mereka tak saling menuntut bahwa yang paling mengerti kapal harus mengajari yang lainnya.
dan menariknya, ketika satu persatu pulau telah terlewati,
hingga tiba-tiba harus terhenti di tengah lautan karena tak ada angin satupun yang lewat.
tapi ternyata mereka tak menyerah begitu saja.
Mereka menikmati setiap momen dengan sederhana,
Kapal terhenti karena tak ada angin?
waktunya untuk berbincang dan tertawa.
menikmati secangkir kopi dengan pemandangan laut yang indah.
Bahkan saat semua orang menertawakan nyabetapa berani mereka yang berniat mengarungi samudera tanpa adanya nahkoda yang ahli,
orang-orang itu berpikir bahwa kapal akan bisa berlayar jika menjadikan salah satunya bekerja dan yang lainnya hanya duduk manis menunggu hingga kapal sampai di daratan.
tapi kapal kecil ini berbeda,
Perjalanan mengarungi samudera cukup panjang, dikala badai menerjang. mereka saling siaga, yang satunya memastikan kapal tetap seimbang sedangkan yang lainnya memastikan tak ada barang satupun yang terlempar keluar. mereka saling menjaga, hingga badai tlah usai senyuman lebar itu menghiasi keduanya.
ku pikir kita bisa memulai dengan kisah yang sederhana,
kisah kapal kecil itu membuatku sadar bahwa bersama tidak menuntut untuk siapa yang harus paling bisa dan tahu, lalu yang lainnya hanya menunggu dan menerima.
Berdua, berarti bersama
Berdua, berarti berbagi,
Berdua berarti saling melengkapi.
kamu akan tetap jadi Nahkodanya dan aku akan jadi asistennya.
aku tak mau jadi penumpang tersesat dan membiarkanmu berjuang sendirian.
Ayo melihat dunia yang luas ini,
mengarungi samudera biru yang indah,
menikmati malam dingin beratap bintang-bintang,
Berdua.
Komentar
Posting Komentar