Langsung ke konten utama

Sedikit lagi~

Jam telah menunjukan pukul 7 pagi tapi langit masih saja terlihat gelap. Udara dingin masuk melalui celah pintu yang terbuka.
Sudah hampir seminggu tapi langit tak juga bersahabat. 
Meskipun langit begitu mendung tapi tidak dengan semangatku. Senyumku. 
Hari ini adalah hari bahagiaku.
"Hari ini aku pindah ke perumahan yang sama denganmu". Pesan singkat yang masuk semalam membuatku buru-buru tak sabar menyambut pagi. "Masa iya secepat ini?" Gumamku. Pesan singkat itu benar-benar membuatku merasa terbang ke angkasa luas. Tak pernah ku bayangkan akhirnya kita akan bertemu lagi setelah hampir 10tahun berpisah. 
Tepat setelah sarapan, aku langsung berangkat ke alamat yang bahkan aku pun tak tahu rumahmu di blok berapa. Kakiku terus melangkah mengikuti hatiku. Katanya kesini, lewat sini "hatiku terus berbisik". Dengan bahagianya aku berjalan. Terseyum hingga terharu. Aku akan bertemu denganmu. Aku akan melihatmu. Senyummu. Matamu. Mendengar sapaanmu dengan nyata.
Aku berhenti. Pesan singkat itu masuk lagi. "Aku sudah disini". Tapi aku sholat dulu ya". Ketika itu aku tau kemana arahku. 
Tanpa sengaja, saat aku berbalik. Kau ada didepanku. Melihatku. Terseyum malu. Aku melihatmu. Begitu jelas.
 Tapi tak sampai semenit. Tiba-tiba saja. kepalaku pusing. Penglihatanku tiba-tiba kabur. "Kemana? Dia kemana?" Aku bertanya-tanya. 

Suara hujan terasa jelas terdengar. Udara dingin menusuk tulang-tulangku hingga hatiku. 
Aku terbangun. Tersadar. Bahwa yang barusan terjadi hanyalah mimpi. 
"Ternyata hanyalah mimpi" gumamku. 
Meskipun hanya sebuah mimpi, tapi saat aku terbangun rasa bahagia itu tetap kurasakan. Tak ada rasa sedih. 
Aku yakin, dirimu semakin dekat. Sedikit lagi. 
"Sedikit lagi kita akan bertemu". Sambil melihat derasnya hujan yang turun dari balik jendela.  

Nandemonaiya - Kimi no na wa

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...