Langsung ke konten utama

Tahukah Dia SAKITnya ditertawakan? || Biarkah mereka tertawa atas kegagalanmu hari ini adikku, dan buktikan suksesmu dimasa depan !

Seorang anak remaja mendatangiku dengan wajah sedih dan muram, sepertinya dia ingin menceritakan sesuatu yang tlah dia alami hari ini. Dengan suara yang lirih sambil menundukan wajah kebawah dia berkata kepadaku, " kak hari ini aku bingung dengan sikap seorang temanku, yang ingin dimengerti tapi tak mau mengerti terhadap orang lain. Apakah semua orang dewasa seperti itu? sedikit egois? atau banyak?

            Kak Aku hanyalah seorang remaja SMA yang masih belajar dan terus mengejar impian. 
Aku tak terlalu tau bagaimana bisa menjadi orang dewasa seperti teman-teman disekitarku. Dia atau meraka yang menganggap pertemanan hanyalah sebuah kesenangan tanpa sebuah pengorbanan. Pertemanan yang mungkin hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia, tertawa sana-sini, Hangout bersama setiap malam? apakah itu sebuah kedewasan yang hampir merenggut kewajiban seorang pelajar kak? tolong jawab kak. sambil menatapku dengan mata yang penuh harapan. "Adikku yang baik hatinya, apalah yg membuatmu bertanya seperti itu? ada apa dengan teman-temanmu? "tanya ku". Anak remaja inipun langsung menundukan wajahnya lagi, seperti ada kesedihan yang dia simpan dalam dihatinya, terlihat dia ingin mengeluarkan segala perasaan sedih yang menyelimutinya hari itu. ketika dia mulai bicara, terasa seperti ada sebongkah batu yang menyangkut ditenggorokannya. 
ketika dia mulai bicara tanpa mengangkat wajahnya, dia berkata" kak kemarin dikelas posisi duduknya ber-empat tapi hari ini diubah menjadi dua orang saja. dengan suara yang lirih.. tiba-tiba dia langsung mengangkat wajahnya...

"Kak salahkah jika ingin pindah tempat duduk?" Kak aku tidak punya niat jelek kak. aku ingin pindah tempat duduk dengan sahabatku, duduk dibagian belakang. tapi kak kenapa ada teman yang membenciku? apakah kesalahanku besar kak? hingga seorang teman membenciku? "sambil mengucapkan dengan terbata-bata, tanpa ia sadari air matanya yang bening pun jatuh deras meuncur dipipinya.
 Gadis kecil yang ku kenal periang dan ceria hari ini berubah sangat cengeng. sambil terus menangis dia memelukku. Aku bertanya dalam hati, apakah kesalahan anak ini, hingga hanya ingin pindah tempat duduk saja ia dibenci oleh temannya? sambil terus menangis dia masih bertanya, kak salahakah aku pindah temat duduk? kak salahkah? sambil tersedu-sedu dia terus mengucapkan kalimat itu. kak tlong jawablah, salahkah jika aku ingin pindah tempat duduk? aku tak punya niat untuk menjauhi temanku itu kak. 

Dia temanku, aku tlah lama mengenalnya. kak apakah dia tahu, aku menyimpan sakit hatiku ketika dia dan temannya menertawakanku saat aku salah menjawab pertanyaan, aku ingat betul kak. wktu itu pelajaran bahasa indonesia. mungkin iya  aku tak terlalu pandai dlam pelajaran itu, tapi kak dia kan temanku, setidaknya dia menyemangatiku bukan menertawakanku? Tahukah Dia sakitnya ditertawakan kak?"
 Tapi aku tak mempermasalahkan itu kak, hari itu aku masih tersenyum bersamanya. aku tak ingin membencinya kak. itu hak nya yang ingin menertawakanku. tapi kak salahkah jika aku ingn pindah tempat duduk? itu jugakan hakku kak? "anak ini terus berbicara mengeluarkan segala isi hatinya''. Menangislah adikku, keluarkanlah rasa sedihmu, kakak akan mendengarnya. "jawabku.

Adikku yang baik hatinya, hari ini kamu telah belajar menjadi dewasa, dengan masalah ini kamu telah diuji untuk menjadi dewasa. sabarlah adikku. teruslah berdoa pada Allah Swt. Hanya Allah lah yang akan mempermudah masalahmu. Dan jangan lupa, cobalah meminta maaf kepada temanmu. sampaikan lah rasa bersalahmu. biarkanlah jika ia tak memaafkanmu. Kamu harus kuat adikku, kamu hebat, teruslah berjuang menggapai impian dan cita-citamu.

"Biarkanlah mereka tertawa atas kegagalanmu hari ini, Dan buktikan Sukses mu di masa depan!!! " :)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...