Langsung ke konten utama

Love will remember

Aku masih menunggu.
Menunggu seseorang yang telah lama kucari. Dia temanku, sahabatku, dan...

...malam semakin larut, gemuruh guntur dan hujan semakin saling beradu tapi mata ini belum juga mau menutup kelopaknya. aah ada sesuatu dipikiranku, entahlah..
ohh aku masih mengingat-ngingat hal yang terjadi seminggu yang lalu, hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya..
beberapa minggu yang lalu, aku memimpikan seseorang yang telah lama menghilang dari pikiranku. dia seseorang yang penuh dengan kenangan manis sewaktu sekolah dasar, entahlah manis apanya.
aku jadi teringat lagi dengan namanya, pikirku "dia dimana sekarang? mungkinkah kita bisa bertemu kembali? ah mustahil. dia ingat aku aja itu mustahil. tapi entahlah, aku ingin mencarinya sekali lagi disocial media. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk mencarinya... dan aku menemukan nama yang persis dengan nama panjangnya, tapi aku belum tau pasti kalo itu adalah dia. 
aku menunggu confirm nya sekitar seminggu. 

''Omg, we meet again!", tulisan ini tiba-tiba tertulis didinding socmedku. aah mungkinkah dia? kenapa dia masih mengingatku? apa ini mimpi? secepatnya aku mengirimkan message untuk memastikan. 
setelah beberapa hari, dia membalas pesannya. kupastikan ternyata dialah yang kucari selama ini.
Banyaknya pertanyaan yang melayang-layang dipikiranku,  kenapa ya dia langsung mengingatku? kenapa kita bisa ketemu lagi? akhirnya kita ketemu lagi walau hanya lewat socmed, tapi kenapa? aah.. pertanyaan ini belum sempat aku katakan, tapi dia udah offline..
sekitar seminggu setelah itu..
aku masih penasaran tentang nyaa. mulai dari hari itu, aku jadi sering online untuk menunggunya, tapi kelihatannya, hanya diriku yang terlalu keras memaksakan diri. rasanya berjuang sendiri daaaaan... 

Angin sore itu terasa sejuk, sehingga tak sadar ternyata aku sudah tertidur sekitar 2 jam lalu. rasanya malas benget mau bangkit dari tempat tidur, langsung aja main hp. gak sadar ternyata ada message baru. setelah dibuka..
Dan ternyataa.. *Message from ******* waah..
Tanpa sadar, kita terus saling membalas pesan. Kita terlihat begitu akrab dan memiliki banyak kesamaan. Banyak hal yang kita bicarakan, tentang masa lalu kita sewaktu sekolah dasar dan apa yang kita inginkan dimasa depan. Dan aku seperti merasa kita sudah begitu saling kenal padahal kita berpisah selama 8tahun. Entahlah.. Apa yang membuat kita masih ingat satu sama lain. Aku masih mengingatmu, dan ternyata kamu masih mengingatku. waktu ini indah, Allah Swt. Mempertemukan kita disaat yang tepat. 
Aku juga kaget ternyata dia sekolah yang bisa dibilang adalah sekolah yang dulu aku ingin ada didalamnya, menjadi anak pesantren ahaha masa lalu..
Karena hal itu, dia jadi jarang online disocmed. Selama 3 hari dia izin karena sakit, rasanya seperti hari yang sangat-sangat langkah. Selama 3 hari, kita bercerita banyak hal. Aku seperti memiliki diary baru, aku sangat terus terang menceritakan banyak hal padanya. Padahal kalo dipikir, kita baru ketemu loh. Aku jadi pengen cepet pulang dari sekolah karna pengen cerita lagi dengannya, tentang masa lalu, tentang apa yang aku sukai, tentang bagaimana dirinya sekarang, tentang apa yang kita impikan, tentang bagaimana kamu masih bisa mengenalku dan banyak hal. Tapi waktu terlalu cepat menghampiri kita.. Padahal rasanya baru kemarin. Aah waktunya tiba, kamu harus segera kembali kesekolahmu. "Tetap semangat yaa" Ganbatte ne!!' Adalah kata penutup dari obrolan kita hari itu. 





"Tetap semangat menggapai impianmu yaa!! Insya Allah kita pasti ketemu lagi" seperti katamu,
"Siapa tau kita ketemu di Jepang''
aamiin




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...