Langsung ke konten utama

Mencari Cermin Kejujuran

Beberapa hari kebelakang aku terlalu disibukkan dengan kegiatan sosial sampai sampai teman dan kerabat di sekitarku terus terusan memujiku, "hebat ya, kegiatannya bagus!" "sibuk banget sekarang, aktifis ya" "keren banget kamu sekarang!", hmm apa iya aku tidak senang dengan semua itu? sembari ku ingat-ingat perkataan mereka sambil berjalan menuju toko perabotan.

niatku hari ini ingin membeli beberapa perabotan kecil di kamar agar terlihat sedikit aestetik. 
sejak 5 menit mondar-mandir, aku tidak sengaja melihat gadis sebaya menggunakan pakaian rapi berwarna hijau dan membawa tas serasi dengan warna bajunya.
"Kayaknya Gadis itu dari tadi cuma bolak balik dari cermin satu ke cermin satunya" gumamku. 

Gadis itu tiba-tiba menoleh ke arahku tanpa senyuman, lalu balik melihat cermin kembali. pantulan dirinya jelas sekali didepanku. Dia terdiam cukup lama menatap cermin bernuansa vintage, ku urungkan niat untuk menyapa. 

setelah mendapatkan barang yang ku inginkan, aku kembali ke bagian cermin. 
"Hah Gadis itu masih disana, di cermin yang sama". 
ku coba mendekat dan bertanya, "apakah sedang mencari sesuatu?"
"aku sedang mencari cermin kejujuran"
"inilah cermin yang tepat, jawabku seperti mbak-mbak sales"
"benar, cermin ini bisa menunjukan apa yang ingin aku lihat dan bagaimana aku. tapi..
sebelum ia lanjutkan, 
"iya, emangnya ada cermin yang bisa menunjukan diri oranglain saat kamu didepannya? dan kamu..

"apa yang aku lakukan sekarang sudah benar?" tanya gadis itu spontan.
"apakah pujian-pujian padaku itu benar adalah aku?
"apa yang aku cari selama ini?
"kenapa aku kesal saat aku merasa tidak dihargai? padahal yang ku lakukan semata-mata demi kebaikan"
"apa aku berpura-pura jadi baik?"
tiba-tiba aku terdiam dengan semua pertanyaan yang gadis itu lontarkan.
aku ingin memiliki Cermin kejujuran.  Aku ingin ada yang bisa menjawab semua pertanyaan itu. Gadis itu pun pamit dan langsung pergi begitu saja.

Aku terpaku seperti patung, seolah-olah semua pertanyaan itu ditunjukan kepadaku. kenapa aku tak bisa menjawabnya? mulutku kaku. 
"Apa aku berpura-pura jadi baik?" 
"Apa yang selama ini aku cari?"
tiba-tiba aku seperti mengutuk diriku sendiri, 
Puji-pujian yang orang-orang katakan itu membuatku lupa darat. aku benar-benar seperti ditampar.
pada akhirnya, aku lelah sendiri. aku terlalu egois. aku tidak butuh siapa-siapa padahal mereka yang membantu agar aku bisa melakukan semua ini. 
aku butuh Cermin Kejujuran itu! "sautku".
aku lebih membutuhkannya agar bisa memaki diriku, melihat sisi tergelapku, menyadarkan aku bahwa aku bukan siapa-siapa. 

.. jemputannya sudah datang, "teriak Mamah"
haduh hampir 20 menit aku melamun didepan cermin.
"Tasnya bagus luh warna hijau serasi ya sama bajunya"

Sekian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda

Hal itu terjadi lagi kalo aku terus bayangin mimpi itu jadi kenyataan. Seolah olah duniaku yg bahagia ini akan segera berakhir.  Semenjak bertemu dia diawal tahun 2015, duniaku berubah bahagia. Semua teman-teman bilang kalo aku ketawa gak ditahan-tahan lagi, kalo aku senyum gak ditahan-tahan lagi, semuanya lepas begitu saja. Karna aku tau, aku telah menemukan yg aku cari dan aku bahagia.  Aku adalah orang yang benci perpisahan. Aku slalu saja jadi orang yang paling menangis saat perpisahan tapi sangat cepat melupakan kenangan. Bukannya..aku cepat melupakan kenangan sih, aku hanya saja gak ingin mengingat hal yang membuatku sedih dan meskipun itu hal yg bahagia. karna.. aku tau, aku gak bakal bsa balik lagi ke masa itu.  Hari ini beda, perasaanku campur aduk. Lagi-lagi semenjak dia bilang, dia bakal balik. Mm..  Lagi-lagi perpisahan. Uhh smnjak detik, menit itupun perasaanku langsung down. Tiba-tiba aja rasanya sepih.  Bingung, rasanya sedih.. Rasanya pengen nang...

Hi, it's Me!

 Hi, it's me.. long time no write something here.  i've been through a long long journey to find my self again.  i wanna say sorry for my self, sorry to make her sad and crying overnight. sorry to make her over thinking about someone who don't care about her.  but i  also wanna say thank you for my self, because she could through this journey with patience and tawakal, and also keep make a positive progress in everyday. thank you 'i said to my self' i have a big dream in the future, i don't wanna give up easily . "Hanging There"! something good will coming soon! InsyaAllah keep it going and don't give up on you dream!

Part 1

Pernah kah ada yang bertanya tentang siapa yang kita sukai?  Langit melukis warna orangenya yang indah. Angin berhembus begitu lembutnya menerpa kerudung yang dikenakan zahra. Dia masih ingat ketika dua tahun lalu saat ia pertama kali datang ke kota ini. Hari ini adalah kali ketiga ia datang setelah berkunjung dari kampung halamannya. Terminal bus inilah yang pertama kali melukis kisah hidupnya.  Angin sore itu terasa dingin. Seorang gadis mengenakan kerudung orange baru saja turun dari salah satu bus antarprovinsi. Dia datang seorang diri sambil membawa tas ransel dan juga tas kecil isi perbekalan yang dimasak ibu kemarin. Perjalanan yang panjang cukup menghabiskan bekal yang ia bawa. Memang betul kata om aji perjalanan kesini memakan waktu yang cukup lama, bahkan mandi pun tak sempat. Ini pertama kalinya ia pergi seorang diri ke tempat yang jauh. Hanya berbekal nasihat dan juga masakan yang dibuat ibu. "ketika sampai di kota ini jangan pasang wajah linglung atau seperti tida...