Apakah kamu nyaman dengan kesendirianmu? kenapa tidak kau bagi perasaanmu dengan teman-temanmu?
aku.. aku nyaman dengan diriku sendiri. inilah diriku, nyaman atau tidaknya diriku, disukai atau tidaknya diriku, aku akan menjadi diriku sendiri.
Maksudmu menjadi dirimu sendiri, seperti hanya diam, tak ceria, selalu merasa sendiri? itukah dirimu? aku nyaman dengan diriku sendiri, berteman dengan diriku sendiri tanpa harus memikirkan orang lain. aku tlah melewati banyaknya rasa sakit, segala rasa sakit yang pernah kualami kadang membuatku begitu jatuh.. aku takut.
Apakah ada hal yang membuatmu memlih untuk sendiri?
saat itu aku tlah memiliki teman, aku mulai menganggap merekalah sahabatku, tapi hanya suatu masalah kecil.. hanya karena seorang cowok, yang disukai temanku malah menyukaiku, aku dibenci.. aku menangis minta maaf.. percuma aku tak didengarkan.. rasa nya sakit.. aku pikir kita sahabat, aku berusaha mencari sahabat, tapi mereka menghilang, pergi.. aku sendirian..
Tapi.. aku harus kuat, aku harus memulainya lagi.. aku berusaha mencari sahabat.. untunglah ada sekumpulan teman yang membuatku bangkit kembali.. aku berusaha menjadi sahabat terbaik bagi mereka. sepulang sekolah kita slalu pulang bersama, kadang hari libur kita juga sering pergi liburan bersama, menghabiskan waktu bersama-sama.. mungkin inilah tempatku, sahabatku..
dan jugaa karena masalah kecil, kadang aku atau mereka terlalu egois, kadang aku menganggap itu hal biasa. tapi semakin hari, pertemanan ini makin sempit dan menyakitkan. setelah masuk SMA kami semua berbeda.. lagi-lagi aku menangis.. sampe aku pernah berpikir, aku ingin pindah saja.. jauh dari mereka. bagaimana bisa sahabat sendiri membicarakan sahabatnya dibelakang.
saat masuk SMA, aku berusaha mencari sahabat lagi.. aku bertemu dengan 3 orang, yang salah satunya pernah berteman denganku diSMP dan parahnya dia yang pernah membeciku karena masalah kecil, hanya karena seorang cowok? dan yang parahnya lagi, aku, dia dan cowok itu masuk dikelas yang sama. sebisaku.. bersikap biasa saja.. aku terus bersikap baik didepan temanku itu, aku berusaha berteman lagi dengannya.. aku hanya perlu mengatakan aku sudah memiliki orang yang aku suka. maka semuanya akan baik-baik saja.
akhirnya aku berteman dengan dia, dan 2 temanku lagi. kami sering pulang bersama.. aku bahagia, aku memiliku sahabat sekarang.. kadang aku sangat cerewet. aku slalu saja menceritakan semua tentangku. aku tidak ingin tertutup dengan sahabatku.. tapi mungkin hanya aku yang merasa seperti itu.. persahabatku tidak seperti yang aku pikirkan. mereka menyimpan rahasia mereka sendiri, sangat tertutup, setiap masalah mereka hanya pendam sendiri. hingga suatu kejadian. tinggalah aku dan seorang sahabatku dan 2 oranglainnya termasuk teman SMP pergi dengan diri mereka masing-masing. hanya aku dan dia. jadi hanya kita berdua yang selalu berbagi cerita, hanya kita berdua yang selalu pergi bersama. perpecahan sahabatku ini membuatku sedih tapi untungnya aku memiliki zica. aku tidak sendirian.. aku bahagia, aku punya seorang sahabat yang mau mendengarkanku..
tapi.. karena suatu kejadian.. sahabatku pindah, pindah jauh dari kotaku. awalnya dia menghilang, tidak sekolah selama 3 hari. aku bingung. apakah akhirnya aku akan sendirian lagi?
akhirnya aku kerumahnya, dan jelas semuanya.. akhirnya dia pindah. sahabatku pergi lagi..
saat itulah aku memilih untuk berteman dengan diriku sendiri..
Tapi apakah sampe saat ini kamu belum memiliki sahabat?
Hmm.. tidak, setelah aku melewati jatuh bangunku, aku terus maju sampai naik kelas 2 SMA.. aku menemukan.. seseorang yang lebih berharga dari sebuah harta karun..
nanti aku akan menceritakan tentangnya padamu..
ohh okee,..
haaahh, lagi-lagi aku berbicara dengan diriku sendiri~ "sambil melihat cermin.
aku.. aku nyaman dengan diriku sendiri. inilah diriku, nyaman atau tidaknya diriku, disukai atau tidaknya diriku, aku akan menjadi diriku sendiri.
Maksudmu menjadi dirimu sendiri, seperti hanya diam, tak ceria, selalu merasa sendiri? itukah dirimu? aku nyaman dengan diriku sendiri, berteman dengan diriku sendiri tanpa harus memikirkan orang lain. aku tlah melewati banyaknya rasa sakit, segala rasa sakit yang pernah kualami kadang membuatku begitu jatuh.. aku takut.
Apakah ada hal yang membuatmu memlih untuk sendiri?
saat itu aku tlah memiliki teman, aku mulai menganggap merekalah sahabatku, tapi hanya suatu masalah kecil.. hanya karena seorang cowok, yang disukai temanku malah menyukaiku, aku dibenci.. aku menangis minta maaf.. percuma aku tak didengarkan.. rasa nya sakit.. aku pikir kita sahabat, aku berusaha mencari sahabat, tapi mereka menghilang, pergi.. aku sendirian..
Tapi.. aku harus kuat, aku harus memulainya lagi.. aku berusaha mencari sahabat.. untunglah ada sekumpulan teman yang membuatku bangkit kembali.. aku berusaha menjadi sahabat terbaik bagi mereka. sepulang sekolah kita slalu pulang bersama, kadang hari libur kita juga sering pergi liburan bersama, menghabiskan waktu bersama-sama.. mungkin inilah tempatku, sahabatku..
dan jugaa karena masalah kecil, kadang aku atau mereka terlalu egois, kadang aku menganggap itu hal biasa. tapi semakin hari, pertemanan ini makin sempit dan menyakitkan. setelah masuk SMA kami semua berbeda.. lagi-lagi aku menangis.. sampe aku pernah berpikir, aku ingin pindah saja.. jauh dari mereka. bagaimana bisa sahabat sendiri membicarakan sahabatnya dibelakang.
saat masuk SMA, aku berusaha mencari sahabat lagi.. aku bertemu dengan 3 orang, yang salah satunya pernah berteman denganku diSMP dan parahnya dia yang pernah membeciku karena masalah kecil, hanya karena seorang cowok? dan yang parahnya lagi, aku, dia dan cowok itu masuk dikelas yang sama. sebisaku.. bersikap biasa saja.. aku terus bersikap baik didepan temanku itu, aku berusaha berteman lagi dengannya.. aku hanya perlu mengatakan aku sudah memiliki orang yang aku suka. maka semuanya akan baik-baik saja.
akhirnya aku berteman dengan dia, dan 2 temanku lagi. kami sering pulang bersama.. aku bahagia, aku memiliku sahabat sekarang.. kadang aku sangat cerewet. aku slalu saja menceritakan semua tentangku. aku tidak ingin tertutup dengan sahabatku.. tapi mungkin hanya aku yang merasa seperti itu.. persahabatku tidak seperti yang aku pikirkan. mereka menyimpan rahasia mereka sendiri, sangat tertutup, setiap masalah mereka hanya pendam sendiri. hingga suatu kejadian. tinggalah aku dan seorang sahabatku dan 2 oranglainnya termasuk teman SMP pergi dengan diri mereka masing-masing. hanya aku dan dia. jadi hanya kita berdua yang selalu berbagi cerita, hanya kita berdua yang selalu pergi bersama. perpecahan sahabatku ini membuatku sedih tapi untungnya aku memiliki zica. aku tidak sendirian.. aku bahagia, aku punya seorang sahabat yang mau mendengarkanku..
tapi.. karena suatu kejadian.. sahabatku pindah, pindah jauh dari kotaku. awalnya dia menghilang, tidak sekolah selama 3 hari. aku bingung. apakah akhirnya aku akan sendirian lagi?
akhirnya aku kerumahnya, dan jelas semuanya.. akhirnya dia pindah. sahabatku pergi lagi..
saat itulah aku memilih untuk berteman dengan diriku sendiri..
Tapi apakah sampe saat ini kamu belum memiliki sahabat?
Hmm.. tidak, setelah aku melewati jatuh bangunku, aku terus maju sampai naik kelas 2 SMA.. aku menemukan.. seseorang yang lebih berharga dari sebuah harta karun..
nanti aku akan menceritakan tentangnya padamu..
ohh okee,..
haaahh, lagi-lagi aku berbicara dengan diriku sendiri~ "sambil melihat cermin.
Komentar
Posting Komentar