Awal masuk semester 2 pertemanan kami semakin berantakan. Kelas yang dulunya sangat menyenangkan kini tidak lagi. semuanya acuh tak acuh, ingin menang sendiri, ingin jadi yang paling berkuasa dikelas.
betapa tidak menyenangkan jika terus berada sepanjang hari didalam kelas.
Pagi itu, cuaca sangat cerah sambil melihat kearah langit. mataku tertuju kepada teman-teman yang berkumpul membicarakan sesuatu. eh kenapa? "Tanyaku". eh, kemarin hari sabtu, pak masuk kelas? terus kami dikasih apa? izin atau?"Jawabnya". ohh iya...' baru setengah menjawab bel masuk berbunyi'. ohiya nanti saja"jawabnya". Semua siswa berkumpul dilapangan untuk upacara bendera.
" Mana dua orang yang kemarin bolos hari sabtu? "teriak pakputu dengan nada marah"
hah bolos? "kami tidak bolos pak. "ketemua pak habis upacara !!
setelah selesai upacara semua siswa kembali kedalam kelas. kecuali dua orang yang dipanggil tadi.
Sudah menunggu ibu susi didalam kelas. Mungkin hari itu, hari yang paling buruk buat XI IPA 1.
Ibu susi marah-marah, mengatakan kelakuan kami sudah keterlaluan. ibu selaku wali kelas kami sangat malu. Semuanya berubah, semakin hari nilai kami semakin menurun, mungkin hanya satu dua orang yang nilainya naik. padahal semester satu lalu. Nilai XI IPA 1 sangat bagus sampai-sampai mendapatkan Juara umum kelas dengan nilai tertinggi. tapi sekarang apa? Ibu sangat kecewa dengan kelakuan kami. Setiap hari pasti ada saja guru yang melapor kalau siswa XI IPA 1 ada yang hanya bermain saat belajar. Padahal itu hanya kelakuan satu dua orang siswa tapi kenapa kami semua terlibat? Ya! itu karena kita semua satu kelas!!
Kurang lebih 20menit ibu menceramahi kami, tiba-tiba dua murid yang tadi masuk dikelas dengan muka marah-marah. sambil komat-komit entah sedang memaki siapa.''sambil memasuki kelas''. Sedikit jelas terdengar pembicaraan mereka, karena tempat duduk mereka tepat berada dibelakangku. ada kata-kata yang tidak enak didengar, cacian dan makian. entah siapa lagi yang mereka bicarakan. setelah lama memperhatikan mereka. Ibu susi masih melanjutkan ceramahnya. ditambah persoalan dua siswa yang tadi. Sepertinya ibu tahu, kalo mereka berdua marah sama semua teman dikelas. "Itu kan, ibu sudah bilang akhirnya kamu dipanggil pak putu. kenapa bisa kamu bolos kemarin hari sabtu? padahal masih ada pelajaran. pelajaran jurusan lagi!! "Tapi bu, kami sudah bilang sama teman-teman yang lain. kalo kami pulang sakit, cuma tidak tau mereka ini !!" Jawab mereka dengan nada marah". Tapi bu, kami tidak tau kalo kemarin mereka berdua minta izin pulang karena sakit. lagipula kami hanya menjawab apa yang pak tanya tentang teman-teman yang tidak ada dikelas."jawab teman yang lain". Nah itukan, teman-teman yang lain saja tidak tau kalo kamu minta izin, jadi jangan salahkan mereka kalo misalnya mereka jawab kamu pulang atau bolos. "Jawab ibu". Ibu langsung keluar kelas setelah itu.
Semua murid diam tertegun memikirkan kejadian yang tadi. Dua orang siswa dibelakang masih saja menyeloteh terus. lagi-lagi terdengar jelas apa yang mereka katakan. "ih, sakit hati sekali dikasih begini sama teman yang tidak tau diri. selama ini sudah dibantu-bantu kalau dia susah. tapi tidak tau diri!! padahal minta izinnya sama dia tapi malah dia yang lapor!! ". Itu terus yang mereka berdua katakan daritadi. Uhh muak telingaku dengar celotehnya mereka berdua daritadi. memberanikan diri menoleh kebelakang dan bertanya, kalian berdua kenapa?. "tidak. tidak kenapa-kenapa. tenang saja"jawabnya dengan nada cuek".
Hari yang buruk itupun berlalu. tapi malah lebih buruk hari berikutnya. Seperti berada dicerita perang dunia kedua. Aku berdiri ditengah-tengah antara dua kelompok yang mempermasalahkan soal kejadian kemarin. Aku tidak memihak sama siapapun. aku berdiri sendiri dengan diriku. ternyata dua orang kemarin tidak terima perlakukan teman-teman yang lain yang mengatakan mereka bolos. Kata-kata pahit yang mereka katakan. membuat seorang teman merasa sangat tersinggung. "sungguh kelas yang sangat menyeramkan. kenapa kalo saya yang lapor sama pak? itu karena kelakuannya kamu sudah keterlaluan. cuma karena kelakukannya kamu. semua siswa dikelas ini terlibat! namanya tercoreng jelek diruang guru. apa kamu tidak pikir? Kita sudah semakin dewasa, tapi kenapa sifatnya kamu semakin egois?" Adu mulut terjadi. yaa aku masih berada diposisiku. diantara dua kelompok. mendamaikan mereka? itu mustahil. mereka hanya akan menganggapku seperti angin. Balasan dari mereka sangat pahit. mengatakan tidak akan lagi menganggap kita berteman. tidak akan pernah damai. kenapa ini? mari kita damai lagi. kita satu kelaskan? jangan bersifat egois. "jawabku sambil mendamaikan kedua kelompok ini. tapi semuanya sia-sia.
Hari demi hari setelah kejadian itu. siswa dikelas bagaikan Air dan minyak yang takkan pernah menyatu.
Sampai akhirnya perdana tahun ini, kenaikan kelas 3. semua kelas XI dirolling. walaupun senang bisa berpisah dengan mereka. tapi tetap saja mereka adalah teman kelas yang terbaik :)
betapa tidak menyenangkan jika terus berada sepanjang hari didalam kelas.
Pagi itu, cuaca sangat cerah sambil melihat kearah langit. mataku tertuju kepada teman-teman yang berkumpul membicarakan sesuatu. eh kenapa? "Tanyaku". eh, kemarin hari sabtu, pak masuk kelas? terus kami dikasih apa? izin atau?"Jawabnya". ohh iya...' baru setengah menjawab bel masuk berbunyi'. ohiya nanti saja"jawabnya". Semua siswa berkumpul dilapangan untuk upacara bendera.
" Mana dua orang yang kemarin bolos hari sabtu? "teriak pak
hah bolos? "kami tidak bolos pak. "ketemua pak habis upacara !!
setelah selesai upacara semua siswa kembali kedalam kelas. kecuali dua orang yang dipanggil tadi.
Sudah menunggu ibu susi didalam kelas. Mungkin hari itu, hari yang paling buruk buat XI IPA 1.
Ibu susi marah-marah, mengatakan kelakuan kami sudah keterlaluan. ibu selaku wali kelas kami sangat malu. Semuanya berubah, semakin hari nilai kami semakin menurun, mungkin hanya satu dua orang yang nilainya naik. padahal semester satu lalu. Nilai XI IPA 1 sangat bagus sampai-sampai mendapatkan Juara umum kelas dengan nilai tertinggi. tapi sekarang apa? Ibu sangat kecewa dengan kelakuan kami. Setiap hari pasti ada saja guru yang melapor kalau siswa XI IPA 1 ada yang hanya bermain saat belajar. Padahal itu hanya kelakuan satu dua orang siswa tapi kenapa kami semua terlibat? Ya! itu karena kita semua satu kelas!!
Kurang lebih 20menit ibu menceramahi kami, tiba-tiba dua murid yang tadi masuk dikelas dengan muka marah-marah. sambil komat-komit entah sedang memaki siapa.''sambil memasuki kelas''. Sedikit jelas terdengar pembicaraan mereka, karena tempat duduk mereka tepat berada dibelakangku. ada kata-kata yang tidak enak didengar, cacian dan makian. entah siapa lagi yang mereka bicarakan. setelah lama memperhatikan mereka. Ibu susi masih melanjutkan ceramahnya. ditambah persoalan dua siswa yang tadi. Sepertinya ibu tahu, kalo mereka berdua marah sama semua teman dikelas. "Itu kan, ibu sudah bilang akhirnya kamu dipanggil pak putu. kenapa bisa kamu bolos kemarin hari sabtu? padahal masih ada pelajaran. pelajaran jurusan lagi!! "Tapi bu, kami sudah bilang sama teman-teman yang lain. kalo kami pulang sakit, cuma tidak tau mereka ini !!" Jawab mereka dengan nada marah". Tapi bu, kami tidak tau kalo kemarin mereka berdua minta izin pulang karena sakit. lagipula kami hanya menjawab apa yang pak tanya tentang teman-teman yang tidak ada dikelas."jawab teman yang lain". Nah itukan, teman-teman yang lain saja tidak tau kalo kamu minta izin, jadi jangan salahkan mereka kalo misalnya mereka jawab kamu pulang atau bolos. "Jawab ibu". Ibu langsung keluar kelas setelah itu.
Semua murid diam tertegun memikirkan kejadian yang tadi. Dua orang siswa dibelakang masih saja menyeloteh terus. lagi-lagi terdengar jelas apa yang mereka katakan. "ih, sakit hati sekali dikasih begini sama teman yang tidak tau diri. selama ini sudah dibantu-bantu kalau dia susah. tapi tidak tau diri!! padahal minta izinnya sama dia tapi malah dia yang lapor!! ". Itu terus yang mereka berdua katakan daritadi. Uhh muak telingaku dengar celotehnya mereka berdua daritadi. memberanikan diri menoleh kebelakang dan bertanya, kalian berdua kenapa?. "tidak. tidak kenapa-kenapa. tenang saja"jawabnya dengan nada cuek".
Hari yang buruk itupun berlalu. tapi malah lebih buruk hari berikutnya. Seperti berada dicerita perang dunia kedua. Aku berdiri ditengah-tengah antara dua kelompok yang mempermasalahkan soal kejadian kemarin. Aku tidak memihak sama siapapun. aku berdiri sendiri dengan diriku. ternyata dua orang kemarin tidak terima perlakukan teman-teman yang lain yang mengatakan mereka bolos. Kata-kata pahit yang mereka katakan. membuat seorang teman merasa sangat tersinggung. "sungguh kelas yang sangat menyeramkan. kenapa kalo saya yang lapor sama pak? itu karena kelakuannya kamu sudah keterlaluan. cuma karena kelakukannya kamu. semua siswa dikelas ini terlibat! namanya tercoreng jelek diruang guru. apa kamu tidak pikir? Kita sudah semakin dewasa, tapi kenapa sifatnya kamu semakin egois?" Adu mulut terjadi. yaa aku masih berada diposisiku. diantara dua kelompok. mendamaikan mereka? itu mustahil. mereka hanya akan menganggapku seperti angin. Balasan dari mereka sangat pahit. mengatakan tidak akan lagi menganggap kita berteman. tidak akan pernah damai. kenapa ini? mari kita damai lagi. kita satu kelaskan? jangan bersifat egois. "jawabku sambil mendamaikan kedua kelompok ini. tapi semuanya sia-sia.
Hari demi hari setelah kejadian itu. siswa dikelas bagaikan Air dan minyak yang takkan pernah menyatu.
Sampai akhirnya perdana tahun ini, kenaikan kelas 3. semua kelas XI dirolling. walaupun senang bisa berpisah dengan mereka. tapi tetap saja mereka adalah teman kelas yang terbaik :)
Semoga ada sabun yang dapat menyatukan kami lagi. menyatukan antara air dan minyak. :')
Komentar
Posting Komentar